***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Hidup Itu Belajar Untuk bersifat Qona'ah

Hidup Itu Belajar Untuk bersifat Qona'ah

Written By Byaz.As on Sabtu, 14 September 2013 | 06.00

Ngawi-Qona'ah : merasa ridha dan cukup dengan pemberian rezeki yang Alloh SWT berikan.
Sifat qona'ah adalah salah satu ciri sifat yang menunjukkan kesempurnaan iman, karena sifat ini menunjukkan keridhaan orang yang memilikinya terhadap segala ketentuan dan takdir Alloh SWT, termasuk dalam hal pembagian rezeki.

Dalam sebuah hadits disebutkan: Dari Abdullah bin 'Amr bin al 'Ash, bahwa Rosululloh SAW bersabda:
"Sungguh sangat beruntung orang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Alloh menganugerahkan kepadanya sifat qona'ah (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Alloh berikan kepadanya." (HR. Muslim no.1054)

Merasa puas terhadap apa yang didapatkan akan menjadikan hati menjadi qona'ah. Dan orang -orang yang memiliki sifat qona'ah akan mudah untuk bersyukur terhadap segala pemberian dari Alloh SWT.

Dalam sebuah hadits lain juga disebutkan bahwa Rosululloh SAW bersabda:
"Kekayaan (yang haqiqi) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang haqiqi) adalah kekayaan jiwa." (HR. Bukhari & Muslim).

Sebenarnya orang faqir yang sesungguhnya adalah orang yang tidak pernah mempunyai sifat qona'ah dalam hatinya, karena mereka merasa kekurangan terus menerus dalam dirinya. Tetapi lain halnya dengan orang yang kaya sebenarnya, ia selalu merasa puas terhadap apa yang didapatnya. Sehingga akan selalu bersyukur. Nah...bagaimana denga kita..termasuk orang faqir atau kayakah diri kita ini?? Hanya Alloh dan diri kita sendirilah yang tahu..

Sifat qona'ah memanglah tidak semudah apa yang kita bayangkan. Setan akan selalu menggoda manusia agar selalu merasa tidak puas dan cukup akan pemberian rezeki dari Alloh SWT. Oleh karena itu maka mulai dari sekarang mari kita sama-sama belajar untuk menjadi insan yang qona'ah. Dengan sikap sabar dan selalu bersyukur mudah -mudahan akan menumbuhkan sikap qona'ah dalam diri kita.

Dengan sifat qona'ah akan menumbuhkan sikap ayng selalu bersyukur, sehingga mudah baginya untuk berbagi kepada orang lain dan dapat menghilangkan sikap serakah dan tamak. Mudah-mudahan kita diberikan jalan kemudahan oleh Alloh SWT untuk dapat menjadi insan yang mempunyai sifat qona'ah.

Qanaah artinya merasa cukup terhadap pemberian rezeki dari Allah swt. Qona’ah adalah rela dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menghindari rasa tidak puas dalam menerima pemberian dari Allah swt. Dengan sikap inilah maka jiwa akan menjadi tentram dan terjauh dari sifat serakah atau tamak.

Lawan kata dari qanaah ini adalah tamak. Orang yang tamak selalu merasa kurang, walaupun dia sudah mendapatkan karunia dan rezeki dari Allah swt. Tamak identik dengan rakus, semuanya ingin dimiliki. Sudah mempunyai ini, ingin juga yang itu; sudah punya itu, masih ingin yang lain. Bahayanya apabila orang tamak tidak lagi memerhatikan yang halal maupun yang haram. Manfaat memiliki sikap Qanaah sebagai berikut:
 
1. Hidupnya selalu merasa lebih tenang dan tentram.
 
2. Menumbuhkan sikap optimis dalam setiap usaha
 
3. Tidak mudah berputus asa.
 
4. Mampu menjauhkan dari sikap hasud (iri) atas keberhasilan orang lain.
 
5. Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah.
 
6. Memiliki pola hidup sederhana. Tasamuh Menurut bahasa, Tasamuh artinya toleransi. 
Menurut istilah saling menghargai antara sesama manusia. Tasamuh atau toleransi ini sendiri merupakan salah satu pilar dalam ajaran Islam. Agama Islam cinta damai dan mengajarkan kedamaian. Bangsa Arab yang dulunya merupakan bangsa yang suka bertikai antarkelompok, antarkabilah, dan antarsuku, dengan kedatangan Islam mereka menjadi bangsa yang damai. 
 
Kunci dari perdamaian itu adalah adanya kesadaran bertoleransi antarkelompok dan antarindividu. Dengan demikian, umat Islam yang benar-benar memahami ajarannya, tentu harus bersikap toleran, baik kepada saudara-saudaranya sesama Islam maupun kepada orang yang beragama selain Islam.(Byaz)

  
              Redaksi@Suryajagad.Com
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad