***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Enam Paralayang Beraksi Di Langit Ngawi, GP Ansor Gelar Aksi Damai

Enam Paralayang Beraksi Di Langit Ngawi, GP Ansor Gelar Aksi Damai

Written By Byaz.As on Selasa, 29 Oktober 2013 | 04.30

Ngawi- Peringatan hari sumpah pemuda Pada 28 Oktober 2013 hari ini di lakukan di seluruh wilayah Indonesia tidak ketinggalan di wilayah kabupaten Ngawi menggelar upacara upacara di halaman pendopo wedya graha, diikuti korpri, satpol pp, dishub, polres, kodim, armed, pemuda pancasila, osis, dan mahasiswa. Dalam acara peringatan hari sumpah pemuda tersebut Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistiyono menyerahkan penghargaan ke empat pemuda berprestasi di Ngawi salah satunya pilar persepakbolaan Nasional usia 19 tahun Sahrul Kurniawan.

Saat upacara berlangsung nampak di langit atraksi 6 Paralayang motor tampil memukau  berputar-putar, melayang menghiasi langit kota Ngawi. Atraksi Paralayang tersebut mendapat perhatian khusus dari semua warga masyarakat. Serta tidak kalah menariknya lagi atraksi lomba Drum Band se Kabupaten Ngawi.

Saat ini bangsa Indonesia telah lebih dari 68 tahun merdeka dan terbebas dari belenggu penjajahan, tetapi semangat juang khususnya di kalangan pemuda terlihat semakin menurun. Arus globalisasi informasi yang meluncur deras masuk ke Indonesia bahkan telah memasuki setiap rumah tangga melalui perangkat komunikasi yang dimiliki oleh hampir setiap anggota keluarga rupanya telah merubah paradigma dalam sudut pandang kebangsaan. 

Saat ini bukan lagi para pejuang kemerdekaan dan pembela tanah air yang menjadi panutan, tapi para pemuda khususnya remaja lebih gandrung mengidolakan artis penyanyi korea. Mereka akan menjerit histeris saat pujaannya tampil dalam sebuah konser yang mereka lihat dengan harga tiket yang tidak murah, bahkan mereka rela antri berjam-jam demi mendapatkan sebuah tiket konser tersebut . Tapi ketika ditanya siapa itu bung Tomo sedikit sekali diantara mereka yang mengetahui sejarahnya.

Untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada pemuda saat ini,  dari Gerakan Pemuda Ansor dan Banser se Kabupaten Ngawi yang tersebar di 19 Kecamatan ada 2500 personil namun hanya 1000 personil yang di kerahkan dalam aksi damai yang berlangsung pada Senin (28/10/2013) di depan pendopo widya graha. Bersamaan itu pula dari Pemkab Ngawi menggelar acara lomba drum band di alun-alun sebelah barat depan Masjid Baiturrahman.

 Setelah melakukan orasi di depan kantor Pemkab Ngawi, Rombongan aksi damai tersebut bergeser di depan semua kantor dinas pemerintahan, tempat-tempat hiburan malam untuk melakukan orasi dan di akhiri dengan gerakan menanam pohon di area Ngawi Hijau sebelah barat Terminal Kerto Negoro.




Saat media ini mewancarai kordinator aksi damai sekaligus ketua GP ansor Ngawi Mahsun Fuad M.Ag menjelaskan , “ Beberapa tahun yang lalu masih sering kita dengar kiprah pemuda melalui wadah seperti karang taruna, remaja masjid, bahkan organisasi sekaliber KNPI yang menjadi corong aspirasi para pemuda untuk menyampaikan pendapatnya. Saat ini gaung dari organisasi pemuda tersebut nyaris tak terdengar, jarang sekali acara-acara televisi yang menayangkan kreatifitas pemuda dalam hal-hal yang mendidik. Justru yang menjamur saat ini adalah acara hiburan dan entertainment, konser musik baik artis lokal maupun mancanegara yang jauh dari nilai-nilai edukasi tetapi hanya kesenangan dan hura-hura yang didapatkan.

Belakangan malah kelakuan remaja sudah menjurus kepada hal-hal yang negatif seperti penggunaan narkoba, kecelakaan lalu lintas yang dilakukan oleh remaja, tawuran pelajar, geng motor, bahkan yang sangat miris adalah sek bebas yang dipertontonkan melalui dunia maya. Bila hal ini tidak segera diantisipasi maka beberapa tahun kedepan kita akan kehilangan pemimpin bangsa yang berkualitas, akan ada lost generation akan membuat ketimpangan dalam perjalanan sejarah bangsa ini “ , Tandasnya.

Momen peringatan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2013 ini kiranya bisa dijadikan tonggak untuk kembali membangkitkan rasa nasionalisme kebangsaan bagi pemuda. Untuk itu diperlukan intervensi pemerintah yang lebih intensif khususnya dalam hal penyediaan wadah pembinaan bagi generasi muda, tentunya disamping wadah yang disediakan juga diperlukan sosialisasi kepada generasi muda agar sarana yang disediakan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Memang untuk merubah sudut pandang generasi muda agar kembali memiliki rasa kebangsaan yang tinggi tidak bisa dilakukan secara drastis, perlu pendekatan, sosialisasi dan sarana yang memadai sebagai tahapan proses merubah paradigma ini. Disamping pembinaan secara eksternal melalui wadah-wadah organisasi yang dilakukan pemerintah, diperlukan juga pembinaan secara internal dalam rumah tangga. 

Peran orangtua dalam mendidik anak-anaknya sangat membawa pengaruh pada prilaku anak, penanaman pendidikan agama juga dapat membentengi sang anak dari hal-hal yang akan menjerumuskannya ke jurang kehancuran. Dengan pendidikan agama dan akhlak yang baik maka remaja dapat memfilter mana hal yang boleh dan mana yang tidak boleh untuk dilakukan, sehingga dengan sendirinya mereka akan tumbuh dan berkembang pada jalur yang positif. Disamping itu peran serta masyarakan dalam menjaga kondisi yang aman dan kondusif sebagai sarana berkreatifitas para remaja juga sangat dibutuhkan.(Byaz)

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad