***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Dua Puluh Tiga Turis Jerman Kagumi Wisata Ngawi

Dua Puluh Tiga Turis Jerman Kagumi Wisata Ngawi

Written By Byaz.As on Selasa, 19 November 2013 | 22.00

Suryajagad.Net Memperkenalkan budaya  Indonesia  ke dunia International sudah menjadi tugas kita semua  sebagai bangsa Indonesia yang baik. Jadi tugas ini bukan saja menjadi tugas pemerintah melainkan semua elemen masyarakat harus ikut serta supaya usaha tersebut di lakukan sebagai wujud cinta tanah air kepada bangsa Indonesia.

Seperti yang kita ketahui bahawa Indonesia adalah bangsa yang memilik beragam seni dan budaya oleh sebab itu tugas anak bangsa adalah mengoptimalkan potensi yang ada salah satunya memperkenalkan kepariwisataan alam dan budaya yang tidak di miliki Negara lain ke kancah International.

Ngawi wilayah provinsi Jawa Timur paling ujung barat yang memiliki  potensi wisata dan budaya yang wilayah lain tidak memiliki mulai di lirik dan di datangi wisatawan manca Negara. Senin (18/11/2013) rombongan wisatawan asal Negara Jerman sejumlah 23 orang datang dan mengagumi keberadaan tempat wisata yang berada di bumi Orek-Orek.

Di bawah kawalan pemandu wisata Heri Ristiawanto, sebanyak 23 turis dari Negeri Hitler itu diajak singgah ke RM Notosuman Conevention & Restourant di Jl. Raya Solo, KM 4, Ngawi. Sebagai partner, melalui Sugiyanto mantan direktur RM Notosuman menyuguhkan sajian menu masakan yang khas Ngawi.

“ Masakan dan makanan Ngawi sungguh nikmat dan luar biasa enaknya dan yang pasti kami akan merindukan makanan ini ,” Ujar Jurgen salah satu wisatawan asal Jerman tersebut .

Seusai menikamti makan siang di RM.Notosuman rombongan wisatawan dari jerman tersebut di ajak mampir ke Pendopo Widya Graha untuk menyaksikan pentas seni wayang kulit yang di bawakan oleh dalang cilik. Rombongan turis tersebut tanpa canggung duduk lesehan berbaur dengan para penonton lainnya dengan serius menyaksikan pertunjukan wayang kulit , “ Wooww luar biasa begitu piawainya anak-anak ini memainkan gamelan ini dan sangat jago dalam memainkan wayang kulit ,” Ungkap Micheil


Setelah selesai menyaksikan kepiawaian para pengrawit cilik dalam menabuh gamelan dan dalang cilik dalam memainkan wayang, rombongan diajak ke Benteng Pendem Van Den Bosch. Para turis yang diboyong menggunakan mobil antik Volkswagen komunitas VW Ngawi, mereka terlihat kagum dengan kekokohan benteng peninggalan penjajah Belanda yang sudah berumur ratusan tahun tersebut. 

Didampingi dimas dan diajeng duta wisata Ngawi, rombongan turis diajak muter-muter keliling Benteng Pendem.  Terlihat penasaran   wisatawan asal Jerman ini.

“ Saya sangat kagum dengan keberadan bangunan benteng ini, nampak jelas kekokohan bangunan ini. Kontruksi bangunan yang begitu hebat, saya membayangkan wujud dahulunya seperti apa indahnya, sungguh kunjungan yang tak terlupakan dan sesampai di Negara kami nanti akan menceritakan keberadaan benteng Van Den Bosch ke teman-teman dan pasti akan merindukan tempat ini,” ungkap turis jangkung saat di wawancarai media ini. (Byaz)

                        Redaksi@Suryajagad.Net
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad