***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Membedakan Standar Kebutuhan Dan Keinginan

Membedakan Standar Kebutuhan Dan Keinginan

Written By Byaz.As on Kamis, 26 Desember 2013 | 10.00


Suryajagad.com - Standar kebutuhan dan keinginan itu sebenarnya bisa berbeda bagi setiap orang. Hal ini sangat tergantung dari kondisi lingkungan, aktivitas harian, tuntutan pekerjaan, dan faktor lainnya. Meski demikian, kita harus tetap bisa memilahnya dari segi kepuasan atau kesejahteraan, dan dari segi fungsinya.
 
Bila dilihat dari segi kesejahteraan: kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada di antara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. 

Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.

Jika dilihat dari segi fungsinya, keinginan adalah sesuatu yang merupakan tambahan atas fungsi utamanya. Sementara kebutuhan itu sendiri adalah sesuatu yang diperlukan sesuai dengan fungsi utamanya.

Mengambil contoh makan. Sudah pasti, makan adalah salah satu kebutuhan pokok kita. Tidak hanya manusia saja yang perlu makan, tapi juga makhluk hidup lainnya juga pastinya butuh makan. Makanan berfungsi sebagai sumber energi untuk tubuh. 

Sedangkan memberikan rasa enak pada makanan itu adalah sekedar fungsi tambahan. Makanan enak itu sebenarnya adalah keinginan kita, bukan kebutuhan. Tapi ini bukan berarti kita tidak boleh makan makanan yang enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.

Kalau kita sudah bisa membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan, maka kita bisa menentukan skala prioritas, mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda. Jika kesadaran akan kebutuhan dan keinginan kita sudah melekat dan tertanam betul dalam benak kita, maka tidak mustahil sifat boros akan menghilang. (Byaz)


           Redaksi@Suryajagad.Com
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad