***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Kenaikan Harga Elpiji Kado Special Pertamina Untuk Rakyat

Kenaikan Harga Elpiji Kado Special Pertamina Untuk Rakyat

Written By Byaz.As on Minggu, 05 Januari 2014 | 09.00

Suryajagad.com - Awal tahun ini rakyat dikejutkan oleh dua fenomena yang bisa diibaratkan sebagai madu dan racun. diresmikan bersamaan pada 1 Januari 2014, Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) bagaikan madu yang bias membantu dari segi kesehatan masyarakat, Namun kenaikan harga elpiji (LPG)  yang mencapai 70 persen untuk tabung 12 kg meracuni anggaran rumah tangga masyarakat.

Seperti rilisan dari Trinunnews.com dijelaskan, dampak kenaikan harga gas elpiji 12 kg mencapai 30-40 persen membuat masyarakat menjadi beralih menggunakan gas elpiji 3 kg. Dengan kenaikan sebesar itu, maka Pertamina menjual gas 12 kg ke agen penjual dengan harga Rp 117.708 per tabungnya. Padahal, sebelumnya, harga gas 12 kg hanya sebesar Rp 70.200 per tabungnya.

Tapi kenyataannya, masyarakat banyak yang mengeluhkan harga yang dijual eceran ke masyarakat oleh pengecer jauh dari harga yang ditetapkan Pertamina. Bahkan, harga jual dari satu daerah dengan daerah lainnya bisa berbeda.

Dalam kutipan Merdeka.com Wakil Presiden Boediono menggelar rapat koordinasi (Rakor) membahas kenaikan harga elpiji non subsidi 12 Kg, digelar selama 3 jam di Istana Wakil Presiden, Sabtu (04/01/2014). Namun, Wakil Presiden Boediono tidak memaparkan hasil rapat atau sikap pemerintah atas kebijakan Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kg.

Wakil Presiden Boediono hanya menyampaikan bahwa hasil rapatnya selama 3 jam tadi akan segera dibawa ke meja presiden.

"Kita menyimpulkan sesuatu laporan yang kita laporkan ke pak presiden apa yang dibahas. Dilaporkan besok, barangkali ada penjelasan dari pertemuan itu. Besok ada semacam pembahasan bapak Presiden dan menteri-menteri terkait dan Dirut," ujar Boediono saat konferensi pers di Istana Wapres.

Mantan Gubernur BI ini mengaku, rapat tadi membahas detail kebijakan yang baru diumumkan Pertamina soal kenaikan elpiji non subsidi 12 Kg. Termasuk soal pasokan gas di masyarakat. " Laporan-laporan di lapangan beberapa pandangan dari masyarakat, mengecek aspek-aspek yang lain dari segi pandangan para menteri," Jelasnya.

Pemerintah meminta agar pasokan gas elpiji 12 Kg tetap tersedia dan tidak mengalami kelangkaan. " Kita coba amankan suplai di lapangan agar tidak ada kekurangan-kekurangan. Akan kita amankan kebutuhannya. Apa yang dibahas akan kita simpulkan dan kita analisa pada rapat besok bersama Presiden," Tegasnya. ( Sumber )

           
           Redaksi@Suryajagad.Com

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad