***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Caleg Melakukan Beragam Cara Untuk Meraih Kemenangan

Caleg Melakukan Beragam Cara Untuk Meraih Kemenangan

Written By Byaz.As on Jumat, 14 Maret 2014 | 22.00


SJNews.com – Tanggal 9 April 2014 Indonesia mengadakan pesta demokrasi memilih calon legeslatif. Memilih menentukan wakil rakyat yang bisa membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik atau sebaliknya membawa Indonesia ke jurang kehancuran.

Berbagai macam cara para caleg dari masing-masing partai politik untuk mampu mendulang suara terbanyak dilakukan. Dari sudut era demokrasi Indonesia diacungi jempol, dan ini akan mendidik masyarakat Indonesia menjadi dewasa dalam perpolitikan.

Entah karena ketiadaan pengalaman dalam hal marketing, rata-rata para calon peserta Pemilu Pemilu (Pemilihan Umum) dan Pileg (Pemilihan Legislatif) menggunakan cara-cara yang umum dan sangat standard. Sepertinya tidak ada kreativitas dalam hal pencalonan.

Strategi umum yang dilakukan oleh Calon adalah memasang billboard, spanduk, bagi-bagi Sembako, kunjungan ke masyarakat dan sejenisnya. Walaupun kegiatan ini menelan biaya yang sangat besar, namun cara itu sangat standard.

Cara yang sangat popular dan diyakini benar oleh calon walau melanggar hukum adalah money politic. Cara ini sangat berbahaya tidak saja bagi yang kalah tapi juga si pemenang. Calon peserta Pemilu sangat miskin ide. Mereka melakukan aktivitas mencari simpati massa dengan cara konvensional yang seringkali justru menciptakan antipasti masyarakat walaupun maksudnya baik. Faktanya, memang para calon tidak memiliki kreativitas yang cukup.

Model kampanya yang dilakukan umumnya adalah pasang Baliho yang merusak pemandangan, pasang poster yang merusak pohon-pohon, membuat selebaran yang Cuma menambah sampah, memberikan sembako atau pengobatan gratis yang terkesan ada maunya.

Calon pemilih dan yang memilih sama-sama pintar. Yang akan memilih bermuka manis agar dapat duit tapi tidak memilih si calon, si calon hanya menjanjikan ia akan membayar pemilih jika ia menang. Akhirnya muncul saling curiga dan tidak percaya. Calon berpikir positif, tidak menyadari begitu banyak calon lain yang memiliki strategi menghalalkan segala cara. Calon yang berpikir positif tidak menyadari strategi lawan pada akhirnya menjadi korban.

Ada yang lebih ironis sebagian para caleg melakukan ritualan kungkum di sungai,tempat-tempat keramat baik secara sembunyi maupun terang-terangan bahkan ada yang mendatangi dukun maupun orang pintar dengan membayar sejumlah rupiah yang tidak sedikit. Berharap dengan melakukan olah ritualisasi tersebut mampu mendulang suara pada PILEG (9 April 2014) nanti.(Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad