***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » SBY Datang Disambut Hujan Untuk Modifikasi Cuaca Di Riau

SBY Datang Disambut Hujan Untuk Modifikasi Cuaca Di Riau

Written By Byaz.As on Minggu, 16 Maret 2014 | 07.00

Suryajagad.Net – Sudah hampir beberapa hari bencana kabut asap melanda provinsi Riau dan setelah Presiden turun gunung  dan menginstruksikan TNI memodifikasi cuaca dengan menebar 12 ton garam di area kebakaran hutan di Riau, sukses. Akhirnya hujan deras turun membasahi bumi Kota Pekanbaru, sejak pukul 13.00 WIB dan tidak henti-henti. Dari rilisan  Merdeka.com Sabtu (15/3/2014) di Lanud Roesmin Nurjadin, di tengah guyuran hujan deras, sejumlah pejabat propinsi Riau menunggu kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tampak Gubernur Riau Annas Maamun, Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono, Kajati Riau Eddy Rakamto, Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Wali Kota Pekanbaru Firdaus dan tampak pula Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

Presiden SBY dijadwalkan akan memimpin langsung rapat penanggulangan bencana Asap Riau, namun hujan deras di Pekanbaru selama 1,5 jam sudah menghilangkan asap. Sementara itu, warga Riau sangat bersyukur dengan turunnya hujan serta menyambut baik kedatangan Presiden SBY.

"Alhamdulillah Pak SBY mau datang ke Riau, meski hujan sudah turun sangat deras, mudah-mudahan asap bisa hilang total," ujar Desri warga Kulim Pekanbaru.

Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 1.800 personel untuk memadamkan kebakaran hutan di Riau. Pengerahan tersebut setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah karena penanganan kebakaran hutan masih sangat lambat.

Untuk teknik pemadaman, TNI akan mengerahkan pesawat Hercules untuk menabur garam. Tujuannya untuk memodifikasi cuaca agar turun hujan di titik api atau asap. "Lalu akan ada pengerahan water bom dan dikawal prajurit dari bawah untuk memandu titik mana yang belum kena," katanya. (Sumber)

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad