***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » 15 Tahun Bertahan Hidup Di Kandang Kambing Bersama Istri Dan 4 Anaknya

15 Tahun Bertahan Hidup Di Kandang Kambing Bersama Istri Dan 4 Anaknya

Written By Byaz.As on Kamis, 24 April 2014 | 09.00

Suryajagad.Net - Tak bisa beli ilmu dengan kekayaan berkata-kata dianggap membahayakan berharap sedekah keluar serapah mencari kepercayaan dianggap nista berprestasi tak berarti apa-apa muncul dipermukaan  menggangggu pemandangan berharap berkah dapat berkat .
Inilah nasib yang dialami Sugiono Warga Dusun Genengan Barat Desa Bringin Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi mengalami nasib yang kurang beruntung. Hampir 15 tahun harus bertahan hidup di kandang kambing bersama istri dan ke empat anaknya. 

Saat media ini bersama dengan perwakilan Herox peduli Ngawi In Taiwan ditemani Adi Supriadi berkunjung langsung di kediamannya. Sontak membuat bulu kudu merinding dengan mengelus dada melihat kondisi rumahnya.

“ Astagfirullah ya Allah koq masih ada warga Ngawi yang bertahan hidup begini,” Ungkap Putra perwakilan Herox sambil mengelus dada dan tak kuasa meneteskan airmata.

Tambahnya, 15 tahun bertahan hidup dengan tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni,dengan ukuran lebar 2,5 meter panjang 3 meter serta tinggi rumah kurang dari 2 meter dengan dinding ala kadarnya bila hujan tampias untuk masak,tidur jadi satu dengan  kambing,subhanaallaah,”jelasnya.

Sementara itu Sudarminah istri dari Sugiono menuturkan bahwasanya selama ini belum ada dinas terkait yang mengulurkan bantuannya.

“ Sampai saat ini belum ada bantuan untuk kami, bagaimanapun kami harus berusaha sendiri untuk bertahan hidup untuk menghidupi ke 4 anak kami yang masih kecil-kecil, yang nomer satu alhamdulillaah sudah kelas 3 SD bernama Sri Pujiastuti, nomer dua Dewi Lestari, terus Muhamad Marzuki yang terakhir Lina Lestari,” Ungkapnya dengan mengusap airmata.

Ditambahkan, Bapaknya anak-anak bekerja hanya jadi kuli penggali batu,penghasilannyapun tidak cukup untuk kami makan berenam,sering kami sebagai orang tua harus mengalah untuk tidak makan,kalau malam gelap gulita,anak-anak sering ngajak nonton TV di tetangga tapi sangat jauh, terima kasih ya pak sudah mau datang bersilaturahmi ke gubuk kami yaa maaf beginilah keadaan kami,sampaikan rasa terima kasih kami untuk saudara-sauadara Herox peduli Ngawi In Taiwan semoga Allah selalu memberkati kerjanya,” ujar Sudarminah sambil menangis tersedu.

Mungkin kita pernah bertanya ”Mengapa nasib seseorang berbeda-beda”. Nasib orang memang berbeda-beda. Justru dengan perbedaan itu seharusnya kita banyak bersyukur. Dengan perbedaan dunia semakin berwarna. JANGAN pernah menyesali karena kita berbeda nasib. Sebaliknya, jadikan perbedaan nasib itu sebagai semangat untuk mencapai kemaslahatan bersama.(Byaz)

SILAHKAN LIHAT TAYANGAN LIVE KONDISI KEADAAN RUMAH TINGGAL WARGA NGAWI YANG SANGAT TIDAK LAYAK HUNI KLIK DI SINI

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad