***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Politik Uang,Intimidasi Dan Serangan Fajar

Politik Uang,Intimidasi Dan Serangan Fajar

Written By Byaz.As on Senin, 07 April 2014 | 21.30

Suryajagad.com - Aroma Tim sukses mulai mengatur strategi, ahli komunikasi merancang slogan-slogan. Elite politik pun mulai sibuk menata penampilan, memoles wajah, menyegarkan tubuh, mendesain pakaian, mengatur cara berbicara, melatih intonasi, dan mengasah retorika. Siapa sangka, ”penampilan”  kini jadi ”jantung” kehidupan politik, dan ”kosmetika”  adalah cara utama memanipulasi penampilan, agar tampak menarik. Politik menjelma ”politik kosmetika” ketika ia bekerja melalui cara kerja penampakan luar dalam menata, memoles, meningkatkan, dan memanipulasi penampilan, untuk menghasilkan citra diri yang lengkap, sempurna, atau ideal , sebagai cara menarik perhatian pemilih.

Ketika ”politik ideologi” yaitu politik pertarungan ide, gagasan, keyakinan, dan makna politik diambil alih ”politik penampakan”, penampilan, gestur, pakaian, bahasa tubuh, cara berbicara, kepandaian retorika, olah bahasa, dan permainan tanda dijadikan sebagai bagian ”kekuatan politik” (political power), untuk menutupi minimalitas kekuatan substansial (kapabilitas, kecakapan, intelektualitas, kepemimpinan, karisma) yang mungkin tak dimiliki .

Serangan fajar menjadi alternatif terakhir.  istilah serang fajar kiranya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Ia merupakan sebuah tindakan pendekatan terhadap pemilih yang dilakukan oleh caleg dan tim suksesnya pada malam atau saat fajar menjelang pemungutan suara. Tindakan demikian dilakukan dengan sembunyi-sembunyi mendekati konstituen. 

Praktik terselubung ini sering menjelma menjelang detik-detik euforia pelaksanaan pemungutan suara. Suara massa dibeli dan dihargai dengan harga yang tak cukup menjanjikan bagi kehidupan jangka panjang. Begitulah cara- cara hitam caleg mempermainkan suara rakyat dengan kantong tebalnya.

Money politics selalu dijadikan alternatif guna mendapatkan partisipasi publik dan memobilisasi dukungan. Bahkan, lebih ironisnya lagi, mereka berani membagi-bagikan uang menjelang pelaksanaan. Tindakan demikian yang sering kita sebut dengan serangan fajar.

Kewaspadaan itu harus kita bangun bersama demi menjunjung kompetisi demokrasi yang lebih bermartabat. Masyarakat yang paham mau tidak mau harus memberi pengertian bagi pemilih awam yang kurang paham tentang politik, sebab menjelang pileg seperti sekarang ini, strategi-strategi money politics kian digenjot. Strategi money politics tersebut setidaknya meliputi tiga aspek.

Pertama, dengan cara membeli kartu suara yang disinyalir sebagai pendukung caleg lain dengan harga yang sangat mahal. Kedua, mengutus para tim sukses turun langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk mencairkan dana--yang menurut mereka sebagai ongkos transportasi sekaligus uang saku dengan jumlah uang berbeda-beda. Strategi ini sering dilakukan oleh tim sukses untuk mengelabui pemilih netral yang belum menentukan pilihan dan pemilih potensial (berpengaruh).

Ketiga, serangan fajar. Strategi ini merupakan cara paling terkenal dan sering dilakukan untuk memobilisasi massa dengan menyodorkan uang saat fajar menyingsing hari pencoblosan atau pemungutan suara. Sasarannya tidak hanya pemilih netral dan potensial melainkan juga calon pemilih lawan dengan menyodorkan nominal yang sangat menggiurkan dengan harapan pendukung lawan dapat berubah pikiran dan memberikan hak suaranya pada mereka yang memberi uang.

Strategi-strategi "politik hitam" ini yang sejatinya harus kita waspadai bersama. Kompetisi politik 2014 harus bersih dari praktik-praktik money politics dan bebas dari intimidasi. Masyarakat harus diberi kesempatan untuk memilih jagoan mereka, masing-masing untuk dijadikan pemimpin tanpa harus diiming-imingi ongkos politik, uang saku, dan pemberian sembako gratis, sebab semua itu hanya dapat dirasakan dan dinikmati sesaat bukan perbaikan kesejahteraan bagi kehidupan jangka panjang. (Byaz)


Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad