***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Tercipta Dari Tulang Rusuk Bukan Untuk Di Jadikan Tulang Punggung

Tercipta Dari Tulang Rusuk Bukan Untuk Di Jadikan Tulang Punggung

Written By Byaz.As on Senin, 21 April 2014 | 23.00


Suryajagad.Net - Hari Kartini adalah sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.

Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki. 

Wanita tercipta dari tulang rusuk namun tulang rusuk bukan sebagai penopang utama untuk mencari rezki, karena tulang rusuk tugas utama adalah sebagai ibu rumah tangga mempersiapkan segala hal berurusan dengan kerumahan bukan di luar berhadapan dengan panas dan debu. Di mana hati nurani seorang suami ketika melihat tulang rusuk sebagai tulang punggung.

mungkin keikhlasan menjalani tersebut karena sebagai single fighter, mungkin demi membantu suami mencari nafkah, dan mungkin tidak ada skill yang dimiliki. Maka penting sebagai tulang rusuk memiliki ilmu apapun, memiliki skill apapun dan terus upgrade keilmuan. Jika suatu saat terpaksa jadi tulang punggung tentu tulang punggung bergengsi dan berkwalitas.

Hari Kartini sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri agar tetap tumbuh, dari posisi hari ini menjadi lebih baik lagi di masa datang. Apa yang masih gelap dalam diri kita hari ini harus mampu kita ubah menjadi terang di hari esok dan masa datang. Di era sekarang, jangan ada lagi kegelapan dalam diri, dalam bentuk nafsu, kesombongan, arogansi, bahkan ego. Kita semua sebagai pribadi, boleh punya pendidikan tinggi, status sosial hebat, pekerjaan mentereng, namun di saat yang sama, kita masih memiliki sifat, sikap, dan perilaku yang gelap. 

Jadi, makna Hari Kartini saat ini adalahmembangun KECERDASAN pada diri kita sendiri, wanita dan pria harus CERDAS.

- Cerdas dalam belajar agar terbebas dari kebodohan
- Cerdas dalam bekerja agar terbebas dari kemiskinan
- Cerdas dalam beribadah agar terbebas dari kesesatan
- Cerdas dalam bergaul agar terbebas dari keterkungkungan
- Dan Cerdas dalam HIDUP agar berguna di DUNIA dan AKHIRAT

Kecerdasan itulah yang harus di bangun kita semua di dalam rumah, di sekolah, di kantor, di lingkungan sosial, bahkan di negara ini. Hari Kartini adalah momentum untuk menjadikan diri kita hari ini dan esok lebih terang dari hari sebelumnya..(Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad