***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » Depresi 12 Tahun dan Hidup Dalam Pasungan

Depresi 12 Tahun dan Hidup Dalam Pasungan

Written By Byaz.As on Sabtu, 10 Mei 2014 | 21.36

Suryajagad.Net - Hebohnya pemberitaan di media terkait kakak dan adik hidup dipasung selama 3 tahun.  Mengetuk hati para pahlawan devisa Hong Kong untuk menggalang bantuan.

Dwi Purwaningsih (33), sejak 12 tahun silam,mengalami gangguan kejiwaan dan 3 tahun hidup dalam pasungan. Mantan penyanyi campursari tersebut tidak sendiri Sang kakak, Eko Prasetyo (37) juga mengalami gangguan kejiwaan, keduanya tinggal di Dusun Manjungsari, Desa Wakah, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur. 

Saat perwakilan Organisasi penggiat dakwah Rumjase Hong Kong menyambangi kediaman Sulastri (52) dan menyerahkan bantuan. Ibu kandung kedua kakak beradik ini menuturkan, bahwasanya waktu itu tidak punya pilihan lain terhadap kedua anaknya tersebut. Sebab, kalau tidak dipasung, keduanya bisa mengamuk dan dapat membahayakan warga lain. 

“ Sebenranya tidak tega menyaksikan kedua anak saya harus mengalami penderitaan ini namun harus bagaimana lagi semua sudah menjadi kehendak Allah, dan saya yakin yang maha kuasa memberikan ujian dibatas kemampuan umatnya,ujar Sulsatri ke media ini (10/05/2014)

Dalam kesempatan itu team dari BSDJ TV Streaming mencoba melakukan pendekatan ke Purwaningsih agar tidak marah dan mengamuk, dengan cara melakukan bujukan untuk memotong kuku karena sangat membahayakan orang lain maupn dirinya sendiri. Dikarenakn bila kambuh kedua tangan digigit serta dicakar.

“ mereka ini perlu diberi perhatian khusus bukan dijauhi maupun dibenci ,beban mental semua problema keluarga, terkait masalah asmara maupun kehancuran ekonomi orang tua,” tegas yayuk sambil mensisiri rambut Purwaningsih.

Sementar itu menurut Sulastri , faktor keuangan yang menyebabkan dirinya tak bisa berbuat banyak untuk kedua anaknya itu. Apalagi, saat dibawa ke rumah sakit di Solo dan Surabaya beberapa waktu lalu, kedua anaknya sama sekali tak ada perubahan. Dan untuk menopang kehidupan keseharian Sulastri menjadi tukang pijit serta menjual kerupuk untuk dititipkan ke warung-warung. (Byaz)

SILAHAKAN LIHAT TAYANGAN LIVE TERKAIT KISAH MANTAN PENYANYI CAMPURSARI DALAM PASUNGAN (KLIK DI SINI )

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad