***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Logika Langit Dan Logika Bumi

Logika Langit Dan Logika Bumi

Written By Byaz.As on Jumat, 23 Mei 2014 | 05.00

Suryajagad.Net - Rasio kita (alias akal) sangat terbatas kemampuannya. Tapi seringkali kita menyerahkan keputusan-keputusan penting hidup kita pada kekuatannya yang terbatas itu. Logika akal sering disebut logika bumi, yang mendasarkan mekanismenya pada hukum 'ilmu pengetahuan alam' yang terlihat, teraba, terdengar oleh panca indera kita. Jadi ketika segala sesuatu telah kita pikirkan, laksanakan sesuai logika tapi hasilnya tidak logis

Logika bumi berpendapat 10,000 rupiah dikurangi 1,000 sisanya 9,000 rupiah. Adapun logika langit berkata 10,000 rupiah dikurangi 1,000 sisanya 9,000 rupiah plus janji Allah membalas yang 1,000 rupiah dengan 10 kali lipatnya hingga 700 kali lipat, berdasarkan kadar iklasnya.

Jadi ada baiknya kita mengenal logika langit, logika yang tak hanya mengandalkan kekuatan akal kita yang terbatas. Logika yang mengajak serta kemahakuasaan Allah atas hukum alam yang tak terlihat, seperti energi yang mengatur matahari, bumi dan bulan tetap berotasi pada porosnya. Jadi memang akal kita bukan satu-satunya alat untuk mencerna semesta.

Satu lagi yang terpenting adalah iman. Saat akal tak menjangkau, iman menyelamatkan kita dari stres. Saat logika diputar balik, iman menjernihkan. Iman juga memampukan kita untuk terus berjalan saat akal memberitahukan kita untuk berhenti dan menyerah kalah. Kombinasi antara logika bumi dan logika langit akan menjadi kunci untuk memenangkan pertarungan pada diri sendiri dalam mengarungi kehidupan fana ini.

Jika kita memenangkan ruh sejati atas dunia, maka dunia dengan perangkat akalnya akan tunduk mengikuti keinginan kita, dengan ijin kuasa-Nya. Saat itulah kehidupan sesungguhnya dimulai, saat kita berfikir, bekerja, berbuat sebagai perpanjangan kehendak-Nya. Dan alam semesta akan mengantarkan kita mewujudkan impian terbesar kita.  

Terkadang kita sudah mengaku berlogika langit namun pada hakekatnya masih berlogika bumi. Besedekah dengan jumlah luar biasa banyaknya, tapi berharap-harap cemas, bahkan marah-marah jika tidak ada balasan dari Allah secara kontan dikemudian hari. Padahal balsan itu bisa berupa, terjauhnya kita dari marabahaya, rizki non-cash atau Allah menyimpanya untuk kemudian diberikan di akherat kelak. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad