***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Budidaya Brokoli Dan Kembang Kol Di Dataran Rendah

Budidaya Brokoli Dan Kembang Kol Di Dataran Rendah

Written By Byaz.As on Kamis, 24 Juli 2014 | 06.30

Suryajagad.Net - Pekebun lazim menanam sayuran brokoli dan bunga kol di ketinggian 800-1.000 m dari permukaan laut. Mungkinkan kedua komoditas itu ditanam di dataran rendah yang ketinggiannya sekitar 200-300 m dari permukaan laut? Jawabnya memungkinkan dengan memakai teknik tertentu.

Kunci sukses menanam brokoli dan bunga kol di dataran rendah adalah pemilihan media dan nutrisi pas bagi kedua komoditas sayuran itu. Media yang mesti dipakai adalah campuran pasir dan serbuk gergaji.

Pasir mampu menahan akar, sedangkan serbuk gergaji mengikat nutrisi. Nah kedua media itu dicampurkan dengan komposisi 1:3. Sebelum dipakai pasir terlebih dahulu dicuci untuk menghilangkan kotoran.

Sebelum media dan benih ditanam, di lahan disiapkan bedengan berukuran 1, 52 m x 9,15 m x 0, 2 m. Untuk kotak bedengan ukuran itu diperlukan 0,75 meter kubik pasir dan 2,25 meter kubik serbuk gergaji. Tahap selanjutnya adalah membentengi bedengan memakai batako berongga ukuran 20 cm x 40 cm x 5 cm dan bata merah.

Untuk membuat kotak ukuran 1,52 m x 9,15 m x 0,2 m, perlu 56-60 batako dan 96 bata merah. Bata merah disusun membentuk persegi panjang dengan posisi tidur sebagai pondasi. Setelah itu batako ditata di atas bata merah. Antara bata merah dan batako dilapisi plastik. Jika tidak, rongga antara bata merah dan batako tersumbat dan menghambat drainase.

Kotak bedengan tidak perlu diplester semen, tapi agar kokoh, antarruang batako dijepit besi berbentuk U yang dikaitkan ke batako. Untuk luasan 10.000 meter persegi dapat dibuat sekitar 350 kotak bedengan. Nah sebelum kotak bedengan diisi media, taburkan 4,5 kg kapur gipsum atau dolomit di dasar kotak supaya pH tetap netral. Setelah itu media dimasukkan ke dalam kotak, kemudian diratakan memakai garukan. Sebelum ditanami, media diberi pupuk NPK dengan dosis 8,1 kg per bedengan untuk merangsang akar tanaman.

Pupuk disebarkan merata dengan garu, lalu disiram air agar meresap. Setelah itu media ditugal dengan jarak tanam 25 cm x 40 cm. Sebuah bedengan bisa memuat 120 tanaman. Setelah bibit berumur 2 minggu dengan jumlah daun 3-4 helai berikan pupuk campuran amonium sulfat, Mg, KCl, dan biamonium fosfat, total sebanyak 600 gram yang dilarutkan dalam 200 liter air. Fungsinya mempertahankan bibit yang ditanam agar kokoh. 

Pupuk disemprotkan merata dengan diberikan pupuk lain yang mengandung unsur makro seperti kalsium dan ZA, unsur mikro seperti Mg, Cl, S, Bo, Fe, Mn, Zn, Cu, dan Mo sebanyak 600 gram. Setelah ditaburkan, lalu disiram agar pupuk meresap dalam media. Pupuk diberikan 3 hari berturut-turut setelah tanam, berikutnya seminggu sekali. Pemupukkan dihentikan 2 minggu sebelum panen. Penyiraman setiap hari pukul 15.00 pada musim kemarau, sedangkan saat musim hujan tidak perlu setiap hari, tergantung intensitas hujan. Seandainya muncul hama atau penyakit, semprotkan Dethane M45 dan Curacron masing-masing 3 g dan 1,5 cc per liter. Untuk menyemprot satu bedengan diperlukan sekitar 10 liter larutan. (Sumber)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad