***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Metode Budidaya Cabai Di Pot

Metode Budidaya Cabai Di Pot

Written By Byaz.As on Selasa, 22 Juli 2014 | 03.30

Suryajagad.Net - Sampai saat ini menanam cabai di pot tidak serumit di lahan. Media tanam bisa berupa campuran cabaitanah, pupuk kandang, dan sekam mentah dengan perbandingan 2:1:1. Yang penting media gembur dan kaya nutrisi sehingga pertumbuhan tanaman tidak terhambat.Nah untuk menjamin hal tersebut gunakan NPK cair seimbang sebanyak 10 cc/l air, yang dimasukkan ke media dengan irigasi tetes.

Nah pemupukan cara serupa bisa memakai pupuk daun. Pupuk daun dipilih lantaran mengandung unsur mikro yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman. Caranya larutkan 1 sendok teh pupuk daun dalam 1,5 l air, lalu masukkan ke dalam botol bekas air mineral bervolume 1,5 l.

Berikutnya letakkan botol yang tutupnya telah dilubangi dengan paku kecil di pot berisi tanaman cabai. Dengan begitu, pupuk akan menetes sedikit demi sedikit ke media. Satu botol cairan pupuk cukup untuk pemupukan selama 4—5 hari.

Supaya cabai tumbuh optimal, tanaman di pot perlu mendapat cukup sinar matahari. Nah, tanaman cabai rawit dan cabai merah keriting umumnya berbuah setelah pindah tanam, sementara cabai merah besar 75 hari setelah pindah tanam.

Produktivitas cabai di pot tergantung jenis yang ditanam. Sebagai gambaran secara umum cabai merah besar, biasanya bisa dipanen 5—6 buah per minggu. Setelah 6 bulan umumnya tanaman sudah tidak produktif dan harus diganti tanaman baru. Berbeda dengan satu pot cabai rawit dapat menghasilkan 20 buah per minggu. Puncak panen biasanya terjadi pada minggu ke-4 hingga ke-6 dengan hasil produksi 1,5 ons atau 40 buah per tanaman. Enaknya masa produksi cabai rawit juga lebih lama mencapai 3 tahun.

Perawatan cabai rawit yang perlu dicermati adalah tanaman tersebut membutuhkan penyiraman setiap hari jika tanaman mendekati masa panen atau berumur 3 bulan setelah pindah tanam. Musababnya pada umur 3 bulan akar cabai akan cepat kering. Proses menyiram yang baik adalah air harus keluar dari bawah pot sehingga media sudah jenuh air. Dengan cara tersebut kandungan pupuk berlebih dapat ikut larut dan terbuang, sehingga hara di pot tetap stabil. Sebab, media yang terlalu jenuh pupuk justru bisa menjadi racun bagi tanaman.

Nah jika media tanam sudah dipenuhi akar cabai, tanaman perlu dipindah ke pot yang lebih besar. Setelah buah pertama habis, segera pindahkan tanaman ke pot dengan media baru. Setelah itu cabang dirompes namun tetap disisakan daunnya. Tujuannya untuk merangsang tanaman menghasilkan bunga dan buah baru. Dengan begitu Anda kini bisa memanen cabai di pot setiap saat. (Sumber)

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad