***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Herbal Pencegah Deabetes Yang Efektif Menurunkan Kadar Gula

Herbal Pencegah Deabetes Yang Efektif Menurunkan Kadar Gula

Written By Byaz.As on Senin, 11 Agustus 2014 | 21.30

Suryajagad.Net - Penyakit kencing manis atau diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit penting yang terjadi di dunia, termasuk Indonesia saat ini. Pengobatan yang dilakukan selama ini memakai insulin dan oral antidiabetic (OAD) seperti Sulfonylurea. Sulfonylurea memang meningkatkan kadar insulin tubuh yang masih memiliki sel beta pankreas yang memang memproduksi insulin. Meski demikian Sulfonylurea dapat berefek negatif, yakni berpotensi menimbulkan hipoglikemia dan gangguan hati di tubuh. Hipoglikemia adalah keadaan kadar gula darah yang secara abnormal rendah.

Berbagai penelitian memperlihatkan pola makan dan komposisi makanan mempengaruhi munculnya DM. Buah dan sayuran yang banyak mengandung polifenol dan flavanoid terbukti mempengaruhi kadar glukosa darah melalui stimulasi produksi insulin oleh sel beta pankreas.

Berikut bahan herbalistic yang ada disekitar kita untuk mengobati maupun mencegah penyakit Deabetes:

  • .   Bahan makanan yang mengandung kadar antosianin tinggi seperti ubi jalar ungu dapat mencegah resistensi terhadap insulin yang disebabkan oleh makanan berkadar lemak tinggi. Meningkatnya kadar gula darah postprandial sangat berkaitan dengan stres oksidatif yang diperlihatkan dengan meningkatnya nilai malondialdehyde (MDA) darah. Kondisi itu secara otomatis dapat meningkatkan resiko komplikasi penyakit kardiovaskuler.

  • .    Daun jambu air itu dengan menghambat enzim hidrolisis karbohidrat, alpha glukosidase dan alpha amilase pada tingkat lebih signifikan. Ekstrak daun jambu air yang bersifat non toksik alias tidak beracun yang ditunjukkan pada pemberian oral kepada tikus hingga konsentrasi 2.000 mg/kg itu mampu menginduksi diferensiasi di 3T3-L1 pra-adiposit, meningkatkan penyerapan glukosa dalam sel lemak matang dan mampu meningkatkan adiponektin sekresi.

  • .   Beras ketan hitam itu diolah sebelum dikonsumsi. Caranya, beras ketan hitam (tidak perlu dicuci) dimasukkan di dalam gelas minum. Jumlahnya sekitar 2 sendok makan atau setara seperempat gelas. Tuangkan air panas dari termos dan diaduk, tutup gelas dan biarkan sampai dingin sampai siap minum butuh waktu 1,5 jam. Air beras ketan hitam di gelas lantas diminum. Ampas beras ketan hitam tetap dibiarkan di gelas. tuangkan lagi air panas pada ampas di gelas. Lakukan seperti yang pertama, didiamkan lalu diminum. Ampas bisa dipakai 2 kali. Besoknya pakai beras ketan hitam baru.waktu lebih baik meminum pada pukul 08.00, 12.00, dan 16.00.

Jenis makanan yang dikosumsi penderita deabetes yang mengndung karbohidrat. Karbohidrat menyediakan bahan bakar bagi tubuh dalam bentuk glukosa. Glukosa adalah gula yang merupakan sumber utama energi untuk semua sel-sel tubuh.

Terdapat dua jenis karbohidrat: sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana adalah gula, seperti glukosa, sukrosa, laktosa, dan fruktosa. Mereka ditemukan dalam gula dan buah-buahan. Karbohidrat kompleks adalah pati (zat tepung), yang merupakan gula sederhana yang terikat satu sama lain secara kimia. Mereka ditemukan di kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian. Karbohidrat kompleks dianggap sehat terutama karena mereka dicerna oleh tubuh perlahan-lahan, menyediakan sumber energi yang stabil. Mereka juga mengandung jumlah serat yang bagus.

Karbohidrat, tidak seperti lemak atau protein, memiliki efek paling cepat pada gula darah karena karbohidrat akan dipecah menjadi gula pada awal proses pencernaan. Karbohidrat biasanya dapat ditemukan dalam kelompok makanan berikut:
  • Buah
  • Susu dan yoghurt
  • Roti, sereal, nasi, pasta
  • Sayuran bertepung seperti kentang, jagung, dan kacang-kacangan

Sedangkan serat adalah bagian yang tidak bisa dicerna dari makanan nabati. Zat ini memainkan peranan penting dalam proses pencernaan karena membantu makanan terus bergerak di sepanjang saluran pencernaan dan menambahkan berat pada tinja agar dapat dikeluarkan. Selain itu, pola makan yang kaya serat juga dapat menurunkan risiko mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. Serat juga dapat:
  • Menunda penyerapan gula dan mengontrol kadar gula darah lebih baik.
  • Mengikat kolesterol dan mengurangi kadar kolesterol 'jahat' LDL dalam darah.
  • Menjadi sumber vitamin dan mineral yang baik.
  • Membantu mencegah sembelit dan mengurangi risiko gangguan pada usus.
  • Memudahkan penurunan berat badan dengan membantu mengurangi asupan kalori (dengan mengonsumsi serat, berat dari makanan yang kita konsumsi akan bertambah, sehingga membuat kita merasa lebih kenyang).

Disarankan bagi semua orang untuk mengonsumsi 25-35 gram serat per harinya. Cara terbaik untuk meningkatkan asupan serat bagi para penyandang diabetes tipe 2 adalah dengan makan makanan kaya serat lebih banyak seperti: Buah-buahan segar dan sayuran, Kacang kering yang dimasak dan kacang polong ,roti gandum, sereal, dan cracker, beras merah dan untuk info lebih detailnya serta metode terapi hubungi langsung media ini atau juga bisa langsung menghubungi Pembina IPTD BYAZ SURYA DJAGAD (Sumber + Editor Byaz


Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad