***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » Nenek Pemunggut Daun Selalu Bersholawat

Nenek Pemunggut Daun Selalu Bersholawat

Written By Byaz.As on Rabu, 08 Oktober 2014 | 22.00

Foto Ilustrasi
Suryajagad.Net - Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu sholawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan sholawat kepadanya.

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Dzhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya,keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. 

Mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun dilewatkan. Tentu saja agak lama membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, Nenek datang dan langsung masuk masjid. Usai shalat, ketika ingin melakukan pekerjaan rutinnya, Nenek terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Kembali lagi masuk ke dalam masjid dan menangis dengan keras. Mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapu sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.

Jika kalian kasihan kepadaku berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.” Kata nenek tersebut.

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kyai  diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa Nenek begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kyai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika Nenek masih hidup. Sekarang beliau sudah meniggal dunia, dan kita dapat mendengarkan rahasia itu.

Saya ini perempuan bodoh, pak Kyai Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu sholawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan sholawat kepadanya.“tuturnya

Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Dia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah Ta'ala. Lebih dari itu, dia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur. Dia tidak dapat mengandalkan amalnya dan sangat bergantung pada rahmat dari Allah serta syafaat kanjeng nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasaalam.

“ALLAHUMA SHOLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ‘ALA ALIHI SAYYIDIANA MUHAMMAD”

Sumber : Dream.co.id
Editor   : Byaz.As
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad