***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Aku Bangga Menjadi Wong Ngawi (Part 1)

Aku Bangga Menjadi Wong Ngawi (Part 1)

Written By Byaz.As on Rabu, 18 Maret 2015 | 09.53

Suryajagad.Net - Ngawi sebuah kabupaten yang terletak di wilayah barat Provinsi Jawa Timur berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayah Kabupaten Ngawi adalah 1.298,58 km2, di mana sekitar 40 persen atau sekitar 506,6 km2 berupa lahan sawah. Secara administrasi wilayah ini terbagi ke dalam 19 kecamatan dan 217 desa, dimana 4 dari 217 desa tersebut adalah kelurahan. Pada tahun 2004 berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) wilayah Kabupaten Ngawi terbagi ke dalam 19 kecamatan.

Ngawi memiliki beragam seni budaya dan tempat wisata yang elok serta eksotis panorama keindahan alamnya.
Candi Perbatasan Ngawi - Sragen
Saat anda memasuki gerbang wilayah Ngawi dari arah barat akan disambut dengan tugu  candi perbatasan ciri khas Jawa Timur. Kemudian saat melanjutkan perjalanan menuju Kota Ngawi istirahat sejenak melihat panorama keindahan Monumen Suryo.
Monumen Suryo
Monumen Soerjo (Suryo) yang dibangun pada tahun 1975 lalu dan diresmikan oleh May-JenTNI-AD Witarmin , terletak di jalan raya Ngawi-Solo Km 19, tepatnya masuk wilayah Desa Pelanglor Kecamatan Kedunggalar,Kabupaten  Ngawi. Disamping guna mengenang gugurnya Gubernur pertama Jawa timur oleh keganasan PKI, Area Wana Wisata seluas 32 Ha ini baru dimaksimalkan sekitar 8 Ha. Disebelah timur Monumen Suryo mata anda akan dimanjakan ukiran bonggol  pohon Jati berbagai bentuk yang sangat cantik dan menarik.

Setelah puas menikmati panoram keindahan Monumen Suryo ,selanjutnya anda harus mengunjungi Museum Trinil. Trinil adalah situs paleoantropologi di Indonesia yang sedikit lebih kecil dari situs Sangiran. Tempat ini terletak di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kira-kira 13 km sebelum pusat kota Ngawi dari arah kota Solo. Trinil merupakan kawasan di lembah Bengawan Solo yang menjadi hunian kehidupan purba, tepatnya zaman Pleistosen Tengah, sekitar satu juta tahun lalu.
Museum Trinil
Pada tahun 1891 Eugène Dubois, yang adalah seorang ahli anatomi menemukan bekas manusia purba pertama di luar Eropa (saat itu) yaitu spesimen manusia Jawa. Pada 1893 Dubois menemukan fosil manusia purba Pithecanthropus erectus serta berbagai fosil hewan dan tumbuhan purba.

Saat ini di Trinil berdiri sebuah museum yang menempati area seluas tiga hektare, dengan koleksi di antaranya fosil tengkorak Pithecantrophus erectus, fosil tulang rahang bawah macan purba (Felis tigris), fosil gading dan gigi geraham atas gajah purba (Stegodon trigonocephalus), dan fosil tanduk banteng purba (Bibos palaeosondaicus). Situs ini dibangun atas prakarsa dari Prof. Teuku Jacob, ahli antropologi ragawi dari Universitas Gadjah Mada. (Dirangkum dari berbagai sumber,editor : Byaz)

Bersambung  Aku Bangga Menjadi Wong Ngawi Part 2 (Klik Disini)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad