***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Menggapai Hidayah Dan Ridho Allah Ta’ala

Menggapai Hidayah Dan Ridho Allah Ta’ala

Written By Byaz.As on Selasa, 31 Maret 2015 | 22.25

Suryajagad.Net - Sudah menjadi kesepakatan para nabi dan rasul, tertera pula dalam seluruh kitab suci, bahwa Allah Azza wa Jalla menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menganugerahkan hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Barang siapa yang disesatkan oleh Allah Azza wa Jalla maka tidak ada seorang pun yang mampu memberinya hidayah. Adapun orang yang telah diberi hidayah oleh Allah Azza wa Jalla maka tiada seorang pun yang sanggup menyesatkannya. Yang mendapatkan hidayah dan yang sesat adalah hamba. Adapun yang memberikannya adalah Allah Ta’ala.

Ketetapan dan anugerah nikmat paling afdhal yang dianugerahkan oleh Allah Azza wa Jalla kepada seorang hamba adalah hidayah, sedangkan musibah terbesar yang Dia timpakan kepada seorang hamba adalah kesesatan. Semua kenikmatan yang dirasakan oleh seorang hamba, posisinya masih di bawah nikmat hidayah. Begitu pula, segenap musibah yang dirasakan oleh seorang hamba jauh lebih ringan dibandingkan dengan musibah kesesatan.

Oleh karena itu, sudah semestinya hidayah menjadi dambaan setiap insan beriman, sebagaimana kesesatan menjadi momok yang sangat menakutkan siapa pun yang memiliki akal pikiran.

Betapa tidak. Hidayah adalah kunci kebahagiaan dunia dan jalan menuju surga. Sebaliknya, kesesatan adalah biang kesengsaraan di dunia dan titian menuju neraka. Maka dari itu, tiada cita-cita yang lebih mulia dan aktivitas yang lebih berharga selain perjuangan menggapai hidayah untuk meraih ‘tiket’ menuju surga.

mungkin kita sering berfikir, sudah banyak sekali cara kita untuk menyadarkan seseorang yang kita cintai, untuk merubah sifat seseorang yang sangat disayangi. Akan tetapi, segala cara dan upaya kita, ternyata tidak mampu untuk merubahnya menjadi seseorang yang baik. Sebenarnya apa yang salah dengan upaya kita, bagaimanakah caranya agar kita dapat merubah seseorang.

Mengenai hal ini, perlu kita ketahui, hidayah atau petunjuk hanyalah milik Allah, bagaimana pun upaya kita untuk merubah seseorang, bagaimana pun kerja keras kita untuk menyadarkan seseorang, maka itu tidak ada artinya jika Allah tidak menghendaki hidayah kepadanya, orang tersebut tidak akan berubah sampai Allah memberikannya hidayah. Allah berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).

Turunnya ayat ini berkenaan dengan cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada pamannya Abu Tholib. Akan tetapi, segala cara dan upaya yang dilakukan beliau untuk mengajak pamannya kepada kebenaran, tidak sampai membuat pamannya menggenggam Islam sampai ajal menjemputnya. Seorang rosul yang kita tahu kedudukannya di sisi Allah saja tidak mampu untuk memberi hidayah kepada pamannya, apalagi kita yang keimanannya sangat jauh dibandingkan beliau.

Perjuangan Nabi Allah Nuh di dalam menegakkan tauhid kepada umatnya. Waktu yang mencapai 950 tahun tidak dapat menjadikan umat nabi Nuh mendapatkan hidayah Allah, bahkan untuk keturunannya sendiri pun ia tidak dapat menyelamatkannya dari adzab, Allah berfirman yang artinya :

“Dan Nuh memanggil anaknya yang berada di tempat yang jauh, ‘Wahai anakku! Naiklah bahtera ini bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang kafir’. Dia berkata, ‘Aku akan berlindung ke gunung yang akan menghindarkanku dari air bah. Nuh berkata, ‘Hari ini tidak ada lagi yang bisa melindungi dari adzab Allah kecuali Dzat Yang Maha Penyayang.’ Dan gelombang pun menghalangi mereka berdua, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (QS. Hud:42-43).

Nabi Allah, Ibrahim yang erada ditengah-tengah orang-orang yang menyekutukan Allah, beliau termasuk orang yang mendapat petunjuk. Allah dengan mudahnya memberikan hidayah kepada seseorang yang dikehendakinya, padahal tidak ada seorang pun yang mengajarkan dan menerangkan kebenaran kepadanya, Allah berfirman yang artinya :

“Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan yang ada di langit dan di bumi, agar dia termasuk orang-orang yang yakin. Ketika malam telah gelap, dia melihat bintang, lalu berkata, ‘Inilah rabbku’. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata, ‘Aku tidak suka pada yang tenggelam’. Kemudian ketika dia melihat bulan terbit, dia berkata, ‘Inilah rabbku’.

Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata, ‘Sesungguhnya jika Rabbku tidak memberi petunjuk padaku, pasti aku termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, ‘Inilah rabbku, ini lebih besar’. 

Tatkala matahari itu terbenam, dia pun berkata, ‘Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan! Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya’.” (QS. Al-An’am: 75-79).

Dalam rangka menggapai hidayah Allah kita harus belajar ilmu tauhid. Seseorang yang menginginkan hidayah Allah, maka ia harus terhindar dari kesyirikan, karena Allah tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat syirik. Bertaubat kepada Allah, Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari kemaksiatan, bagaimana mungkin Allah memberi hidayah sedangkan diri kita tidak bertaubat.

Mempelajari ilmu Agama karena tanpa ilmu (agama), seseorang tidak mungkin akan mendapatkan hidayah Allah. Berpegang teguh pada Agama Allah,mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangnya.Serta berkumpul dengan orang-orang sholeh,sholehan. Insya Allah hidayah akan didapatkan dan diraihnya. Aamiin .

Sumber : Novieffendi.com  dan Muslim.or.id
Editor   : Byaz
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad