***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » BMI Hongkong Menjadi Korban Pembunuhan

BMI Hongkong Menjadi Korban Pembunuhan

Written By Byaz.As on Selasa, 09 Juni 2015 | 20.00

Suryajagad.Net Hongkong – Buruh Migrant Indonesia(BMI) diduga menjadi korban pembunuhan sadis di HongKong. BMI yang diduga bernama Wiji Astutik (37) asal Bantur Malang tersebut, ditemukan seorang pejalan kaki di trotoar Changsha Street dekat persimpangan Shangsai Street, Mong Kok, dalam kondisi tergeletak sudah tak bernyawa.

kronologis penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan tersebut, berawal dari seseorang pejalan kaki yang iseng menendang gulungan kasur. Saat kasur terbuka, terlihat sosok tubuh wanita berpakaian singlet (kaos oblong tanpa lengan) dalam keadaan mengenaskan. 

Lengan kanan terdapat bekas luka semacam sabetan pisau, bagian paha lebam dan ada luka menganga di wajah. Saat pihak berwajib setempat tiba dilokasi terjadinya perkara (TKP) korban dinyatakan sudah tak bernyawa. Seperti dikutip Suryajagad.net dari Apakabaronline.com, Senin (08/06/2015) pukul 10:44 pagi waktu setempat.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian yang menangani dugaan pembunuhan tersebut, korban tinggal bersama pacarnya, seorang resident HongKong. 

“Korban dugaan pembunuhan tersebut warga Negara  Indonesia, bernama Wiji (37) Korban telah tinggal di Hon Kong hampir 8 tahun. Mereka hidup di teras terbuka di sebuah apartemen tua di lantai satu. Kondisi tempat tinggal mereka nyaris seperti tempat tinggal gelandangan kumuh dan tanpa atap.,” jelas Lo Chung-wong, pejabat Chief Inspector Unit Kriminal Kepolisian Daerah Kowloon West.

Sementara itu menurut keterangan beberapa saksi, pacar korban memiliki catatan kriminal atas kasus penyimpanan narkoba. Pacarnya yang diduga pelaku itu juga sering dikejar-kejar depkolektor. Dia sering melakukan penganiayaan terhadap korban.

Dalam rilis Lensaindonesia.com, setelah berita beredar diberbagai media, adik korban yang berada di Taiwan memastikan kalau jenazah tersebut adalah kakak kandungngnya.

Dari sang adik diperoleh keterangan bahwa Almarhumah bernama Wiji Astutik dari desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Suaminya sudah lama meninggal dunia.  Almarhumah memiliki seorang anak wanita bernama Rahayu Putri yang baru duduk di kelas 5 di SDN2 Bantur.

Wiji Astutik berangkat ke ke HongKong melalui jasa PJTKI Tritama Bina Karya berkantor di Malang. Informasi dari sang adik yang bekerja di Taiwan, bahwa Wiji tercatat sebagai ‘overstayer yang kini memegang ‘paper’.

‘Paper’ adalah istilah, yaitu pemberian status tinggal sementara kepada warga asing yang dilindungi oleh pemerintah HongKong atas sebab-sebab tertentu dan tidak diperbolehkan bekerja karena tidak memilik visa employment atau worker, namun ia mendapat subsidi makanan dan tempat tinggal.

Sampai saat ini pihak berwajib belum mengetahui  motif pembunuhan BMI tersebut dan masih melakukan proses penyelidikan secara intensif. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad