***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Makna Yang Tersirat Dalam Hari Raya Idul Fitri

Makna Yang Tersirat Dalam Hari Raya Idul Fitri

Written By Byaz.As on Minggu, 19 Juli 2015 | 07.00

Suryajagad.Net – Puasa Ramadhan telah usai dilalui dan selama 29 hari menjalankan ibadah  dibulan suci puasa Ramdahan 1436 Hijriyah,umat muslim disibukan dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan ibadah puasa Ramadhan. Saling berlomba-lomba hal kebaikan demi meraih keridhoaan dari Allah ta’ala.

Hari yang ditunggu seluruh umat muslim adalah datangnya raya Idul Fitri 1 syawal 1436 hijriyah. Bagi sebagian orang di Indonesia, khususnya umat muslim, Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran begitu sangat identik dengan tradisi mudik, halal bihalal, kesuka citaan, hidangan kue lebaran dan lain sebagainya.

Namun apakah makna sebenarnya dari Hari Raya Idul Fitri tersebut, Menurut Amin Surya Pembina pusat Padepokan Byaz Surya Djagad, Makna Idul Fitri itu sendiri memiliki beberapa pengertian dan pemaknaan dan mayoritas terabaikan.

“Hari raya Idul Fitri bisa diartikan sebagai puncak atau klimaks dari pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Idul Fitri sendiri memiliki keterkaitan makna dengan tujuan akhir yang ingin diraih dari pelaksanaan kewajiban berpuasa.

Idul Fitri bisa berarti Hari Raya Kesucian atau bisa juga diartikan sebagai Hari Kemenangan umat Islam. Kemenangan disini adalah bentuk dari kemenangan dalam menggapai kesucian atau perwujudan dari kembali kepada keadaan fitrah (Fitri),” tutur Amin Surya saat ditemui Suryajagad.net di Padepokan Byaz Surya Djagad, Desa Banjaransari,Paas Ngawi, Sabtu (18/07/2015).

Tambah Amin Surya, kata Idul Fitri atau kembali kepada fitrah merupakan pengertian yang sangat relevan atau berhubungan dengan makna sebenarnya dari keberhasilan yang diperoleh setelah berakhirnya pelaksanaan ibadah puasa. Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran sebagai jalan menuju kepada keadaan fitrah manusia layaknya seperti seorang bayi yang baru dilahirkan, bersih dan tanpa dosa.

Oleh karena Idul Fitri bermakna Hari bersuka cita, maka pada hari besar itu semua harus terbebas dari kesedihan, kesusahan dan jangan sampai ada orang yang meminta-minta. Makna sebenarnya dari kalimat tersebut adalah diwajibkan bagi umat muslim yang mampu untuk membayar zakat yang berupa zakat fitrah kepada fakir miskin sebagai bentuk dari berbagi kebahagiaan dari mereka yang tidak berpunya agar bisa merasakan suka cita pada hari tersebut,” pungkasnya. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad