***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Menyikapi Hakekat Yang Tersirat Dibalik Musibah Dan Bencana

Menyikapi Hakekat Yang Tersirat Dibalik Musibah Dan Bencana

Written By Byaz.As on Minggu, 09 Agustus 2015 | 22.00

Suryajagad.Net - Keadaan dan kejadian buruk, ada dan terjadi, dikarenakan ada beberapa sebab. Diantaranya, disebabkan oleh perbuatan dirinya sendiri. Karena telah berbuat yang melanggar ketentuan Allah ta’ala. Dengan perbuatannya tersebut, maka diri manusia harus menanggung akibat dari perbuatannya. Dan akan menerima hukuman dari Allah ta’ala, berupa keadaan dan kejadian yang buruk, apabila kita melanggar ketentuannya. 

Dengan keadaan tersebut, Allah menginginkan, agar diri kita sadar atas semua perbuatan yang telah kita lakukan. Dan sesegera mungkin  bertobat serta memohon ampunnya. Seperti dijelaskan Amin Surya saat memimpin jamaah muhasabah nafsi di Padepokan Byaz Surya Djagad Banjaransari. Sabtu (08/08/2015)

Menurutnya, ada juga sebuah keadaan dan kejadian buruk, yang terjadi pada diri manusia, memang diciptakan dan dikehendaki olehnya. Dengan tujuan untuk mengetahui, sampai sejauh mana kadar keimanan dan ketaqwaan hambanya. Meskipun sesungguhnya, Allah tidak perlu menciptakan keadaan dan kejadian tersebut, hanya karena ingin mengetahui kadar keimanan dan ketakwaan seorang hamba," terangnya.

Allah dengan ilmunya jelas Amin Surya, tentu sangat mudah untuk mengetahui hal itu. Tetapi, kalau hal itu Allah lakukan, maka tidak akan pernah ada hukum alam, tiada himah dan rahasia dibalik setiap keadaan dan kejadian. Dan kepada hambanya, tidak bisa mengetahui dan belajar, sekaligus berguru kepada setiap keadaan dan kejadian. Dengan begitu ilmu dan rohani seseorang tidak akan pernah berkembang dan terus berjalan, akan berhenti dan mati sebelum sampai pada tujuannya.

Sepedih apapun engkau menangis,engkau tak akan menemukan sebuah senyuman jika engkau tak ikhlas untuk rasa yang engkau jalani. Setegar apapun dirimu, engkau tak akan merasa bahagia jika ternyata dalam ketegaranmu tak ada pula keikhlasan.

Semampu apapun engkau berusaha untuk keindahan pada hatimu,jika dalam berusaha ternyata keikhlasanmu hanya kiasan,keindahan hatimu tetap tak akan engkau rasakan.”Ikhlas lah pada kehendak-Nya dan ingatlah siapa diri ini, yang tak mungkin berada dalam dunia,bila Allah ta’ala tak mencintaimu.

Dalam kesakitan teruji kesabaran, Dalam perjuangan teruji keikhlasan, Dalam ukhuwah teruji ketulusan,Dalam tawakkal teruji keyakinan. Hidup ini amat indah jika Allah ta’ala menjadi tujuan.

Yaa Rabbi…..
Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum. Aamiin ya Rabbal'alamiin," pungkasnya. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad