***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » BBM Jenis Solar Turun Rp 200/Liter, Sedangkan Premium Tetap

BBM Jenis Solar Turun Rp 200/Liter, Sedangkan Premium Tetap

Written By Byaz.As on Senin, 12 Oktober 2015 | 07.06

Suryajagad.Net - Pemerintah mengumumkan Paket Kebijakan III untuk mendorong perekonomian nasional. Paket kebijakan ini memuat beberapa hal yaitu penurunan harga BBM, penurunan harga gas, kebijakan bidang listrik untuk industri dan penyederhanaan izin pertanahan. Khusus mengenai penurunan harga BBM, ditetapkan bahwa harga Minyak Solar subsidi turun Rp 200 per liter dari Rp 6.900 per liter menjadi Rp 6.700 per liter dan berlaku mulai 10 Oktober 2015. Sementara harga Premium tetap Rp 7.300 per liter.

Pengumuman Paket Kebijakan III disampaikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution dan dihadiri oleh menteri terkait lainnya, usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, seperti dalam rilis Suryajagad.net dari Migas.esdm.go.id Rabu lalu (07/10/2015).

Sementara itu dalam kutip Liputan6.com, PT Pertamina (Persero) telah menurunkan harga solar Rp 200 per liter. Pihak dari Pertamina mengungkapkan alasan lebih dipilihnya harga solar yang diturunkan ketimbang Premium.

Vice President Corporate Cmommunication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, diturunkannya harga solar karena bahan bakar tersebut paling banyak digunakan oleh kendaraan angkutan logistik. Penurunan harga akan mengurangi beban harga barang yang akan dibeli masyarakat.

"Kami melihat ke depan solar lebih tepat diambil langkah awalan dan hampir 60 persen dari 104 juta kendaraan memang untuk angkatan truk dan barang pakai solar," kata Wianda, dalam sebuah diskusi di Gedung Dewan Pers, Minggu (11/10/2015).

Kebijakan terkait migas lainnya adalah harga jual LPG tabung 12 kg turun dari Rp 141.000 menjadi Rp 134.000 dan berlaku sejak 16 September 2015, harga Pertamax turun dari Rp 9.250 per liter menjadi Rp 9.000 per liter, berlaku sejak 1 Oktober 2015.

Selain itu, harga Pertalite turun dari Rp 8.400 per liter menjadi Rp 8.300 per liter dan berlaku sejak 1 Oktober 2015 serta harga Avtur internasional turun 5,33% dan domestik turun 1,4%. Berlaku sejak 1 Oktober 2015.

Terkait penurunan harga gas, ditetapkan bahwa Pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga gas terutama industri. Ditetapkan, harga gas untuk pabrik dari lapangan gas baru dengan kontrak US$ 6-8 per MMBTU, mendapatkan pengurangan sampai dengan US$ 1 per MMBTU. Sedangkan untuk pabrik dari lapangan gas baru dengan kontrak di atas US$ 8 per MMBTU, harga gas turun US$ 1-2 per MMBTU. Berlaku 1 Januari 2016. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad