***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » Mbah Painem Lima Tahun Tinggal Di Tengah Hutan Gersang Kenongorejo

Mbah Painem Lima Tahun Tinggal Di Tengah Hutan Gersang Kenongorejo

Written By Byaz.As on Senin, 26 Oktober 2015 | 18.41

Surajagad.Net – Teriknya sinar matahari disiang hari dalam musim kemarau yang melanda. Tidak mengurangi semangat para penggiat sosial Gerakan Ngawi Peduli (GNP) yang bekerjasama dengan Para pedagang pasar Karangjati dalam misi sosial kemanusian. Menyusuri jalan setapak wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bringin menuju kediaman Mbah Painem (75) yang tinggal ditengah hutan gersang di Dusun Gagan Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Ngawi.

Mbah Painem (75) sebatang kara hampir 5 tahun tinggal di gubuk reotnya sendirian. Jauh dari pemukiman warga dan sangat minim penerangan serta hidup penuh dengan keterbatasan ekonomi. Nenek yang keseharian hanya bercocok tanam dikala musim hujan tiba diatas tanah perhutani tersebut kondisinya sangat memprihatinkan.  Apalagi dalam musim kemarau saat ini, untuk mengambil air ia harus berjalan kaki naik bukit turun bukit berjarak kisaran 2 km.

“Hampir 5 tahun saya tinggal disini, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan bercocok tanam dikala musim hujan tiba. Untuk saat musim kemarau tahun ini tidak ada yang bisa saya lakukan selain menggembala 2 ekor kambing dan belas kasihan dari warga kampung,”  kata Mbah Painem dengan menggunakan bahasa Jawa saat ditemui Komunitas penggiat sosial Gerakan Ngawi Peduli, Senin (26/10/2015)

Harus berjalan 2 km tutur Mbah Painem untuk mengambil air bersih itupun harus berjalan naik turun bukit. Dengan kondisi saat ini saya bersyukur diberi kesehatan oleh Allah ta’ala. Dan terima kasih untuk kedatangan dan santunan yang diberikan untuk simbah ini. Semoga gusti Allah membalas keiklasan panjenengan semua dengan mencukupkan semua kebutuhan yang barokah serta senantisa mendapatkan ridho dari Allah ta’ala,” tuturnya.

Sementara itu Anik (37) salah satu kordinator para pedagang pasar Karangjati mengatakan dengan melihat kondisi langsung keberadaan Mbah Painem. Para pedagan pasar Karanjati Ngawi saling bergandengan tangan. Bekerjasama dengan Komunitas Gerakan Ngawi Peduli akan berusaha mengupayakan untuk nenek tersebut bisa hidup layak dan tinggal ditengah perkampungan.

“Sungguh saya pribadi tidak menyangka sama sekali akan kondisi keberadaan Mbah Painem. Nenek dalam usia senja yang seharusnya tinggal bersama dengan keluarga dan sudah tidak memikirkan kebutuhan hidup. Namun sungguh berbeda dengan Mbah Painem ini, sebatang kara tinggal ditengah hutan gersang, jauh dari pemukiman warga. Dengan ini kami akan berupaya untuk segera bisa membawa Mbah Painem untuk tinggal ditengah perkampungan,” tegasnya. (Byaz)

Berikut video LIVE kondisi Mbah Painem 5 tahun dalam gubuk reot di tengah hutan gersang  Klik Disini BSDJ TV Streaming


Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad