***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » Melanjutkan Perjuangan Sumpah Pemuda Dalam kepedulian Sosial

Melanjutkan Perjuangan Sumpah Pemuda Dalam kepedulian Sosial

Written By Byaz.As on Kamis, 29 Oktober 2015 | 07.28

Suryajagad.Net - Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia. Seperti kita telah ketahui, ada tiga butir penting Sumpah Pemuda, yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Tiga hal ini merupakan faktor penting bagi negara kita.

Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Di era kemerdekaan saat sekarang ini perjuangan harus terus dilanjutkan. Salah satunya berjuang membangun rasa kebersaamaan dalam kepedulian untuk sesama. Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk sosial, yaitu makhluk yang senantiasa mengadakan hubungan dengan sesamanya. Konsep kepedulian sosial sudah cukup jelas dan tegas.

Gerakan Ngawi Peduli (GNP) komunitas penggiat sosial kemanusian selalu gencar bergentayangan mensosialisasikan rasa kepedulian untuk semua. Saling bergandengan tangan tanpa membatasi kasta dan berusaha untuk terus berjuang membangun karakter dan kepribadian rasa peduli untuk sesama.

“Kerjasama dengan orang lain dapat terbina dengan baik apabila masing-masing pihak memiliki kepedulian sosial. Oleh karena itu sikap ini sangat di anjurkan dalam islam. Kebalikan dari sikap peduli sosial ialah egois. Rasa kepedulian terhadap sesama pada dasarnya semuanya berawal dari sikap dan watak yang dibawa sejak lahir oleh manusia,” terang Amin Surya Ketua Gerakan Ngawi Peduli di Kantor pusat GNP Ngawi saat ditemui Suryajagad.net, Rabu (28/10/2015)

Ketika Masih kecil tambah Amin Surya, faktor keluarga dan lingkungan juga menjadi salah satu faktor pemicu untuk menumbuhkan rasa kepedulian . Hal itu bisa dilihat dari ketika ada seorang pengemis di jalanan dan sang orang tua pun akan mulai untuk mengajari anak mereka untuk memberikan sebagian uang kepada mereka . Kebiasaan yang kecil ini merupakan salah satu contoh kepedulian sosial ,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, faktor watak dan sikap juga menjadi salah satu faktor terhadap respon yang akan diberikan karena manusia diciptakan dengan perbedaan sifat dan kepribadian . Ada yang memiliki sifat sosial yang tinggi , ada pula yang cenderung anti sosial . tetapi dibalik dari kedua sifat yang sudah dijelaskan , pada dasarnya manusia tetap makhluk sosial yang tidak akan bisa lepas dari sikap untuk saling peduli terhadap sesama dan membutuhkan satu sama lain . Semua itu bisa dikembangkan dan ditumbuhakan seiring dimana perkembangan seseorang dan lingkungan dia berada ,” pungkasnya.(Byaz)

Berikut video LIVE Perjuangan Gerakan Ngawi Peduli dalam kepedulian sosial Klik Disini BSDJ TV Streaming

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad