Suryajagad.Net - Kementerian ESDM menyatakan, pencabutan subsidi
tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga berdaya 450 VA dan 900 VA, yang tidak
layak lagi mendapat subsidi, akan dilakukan secara sekaligus pada 1 Januari
2016.
Kepala Sub Direktorat Harga dan
Subsidi Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P
Hutajulu) mengatakan, kebijakan pencabutan subsidi tersebut sesuai kesepakatan
dengan Komisi VII DPR di Jakarta seperti dalam rilis Suryajagad.net dari
Republika.co.id,Rabu (28/10/2015)
Menurut dia, rapat kerja Komisi
VII DPR dengan Menteri ESDM pada 17 September 2015 memutuskan alokasi subsidi
listrik tahun berjalan 2016 sebesar Rp 37,31 triliun. Alokasi tersebut sudah
memperhitungkan pencabutan subsidi pelanggan rumah tangga yang tidak layak
mendapat subsidi diberlakukan sekaligus atau tidak bertahap pada 1 Januari
2016.
Jisman mengatakan, pencabutan
subsidi yang berdampak pada kenaikan tarif listrik tersebut hanya diberlakukan
pada pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang memang mampu, sehingga
diharapkan semua pihak memahaminya. berdasarkan hasil sementara pada diskusi
yang digelar di sejumlah wilayah Indonesia, para tokoh, mahasiswa, dan pers
memahami kebijakan pencabutan subsidi tersebut.
"Untuk rumah tangga harapan,
di bawah garis kemiskinan, sampai yang mampu tapi rentan miskin tetap diberikan
subsidi, Sekali lagi pencabutan subsidi ini hanya pada masyarakat mampu dan
pelanggan yang mengakali kWh meternya atau memakai dua kWh meter untuk satu
rumah," katanya.
Yayasan Lembaga Konsumen
Indonesia (YLKI) meminta kebijakan pencabutan subsidi pelanggan rumah tangga
berdaya 450 dan 900 VA dilakukan secara bertahap pada 2016, agar tidak
memberatkan konsumen kecil tersebut.
"Bisa dibagi dalam tiga sampai empat kali
pada 2016 seperti kenaikan tarif sebelumnya pada golongan pelanggan lainnya, saat
ini, pelanggan 450 VA hanya dikenaikan tarif listrik Rp 400 per kWh dan 900 VA
hanya Rp 600 per kWh. Sementara, tarif keekonomian atau nonsusidi pelanggan
1.300 VA yang akan diberlakukan pada pelanggan 450 dan 900 VA, mencapai Rp
1.352 per kWh. Dengan demikian, ada kenaikan 238 persen bagi pelanggan 450 VA
dan 125 persen untuk pelanggan 900 VA,” jelas Ketua Pengurus Harian YLKI
Sudaryatmo.
Sumber : Republika.co.id
Editor : Byaz