***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Geliat Petani Banjaransari Dalam Menanam Padi

Geliat Petani Banjaransari Dalam Menanam Padi

Written By Byaz.As on Sabtu, 14 November 2015 | 22.00

Suryajagad.Net – Kemarau panjang yang hampir beberapa bulan melanda telah sirna. Tergantikan musim penghujan yang beberapa hari terakhir ini mengguyur wilayah Kabupaten Ngawi. Geliat para Petani mulai terlihat dalam menggarap sawah untuk ditanami padi.

Seperti yang dilakukan para Petani di Desa Banjaransari Kecamatan Padas, Ngawi. Mereka mulai disibukan dengan bercocok tanam. Berbagai tahapan dalam menggarap sawah mereka lakukan untuk mencapai hasil panen yang maksimal.


Menurut Sasang (45) salah satu Petani asal Desa Banjaransari menuturkan tahapan menggarap sawah untuk ditanami Padi terlebih dahulu dibajak beberapa kali. Guna mencapai hasil panenan yang maksimal sesuai yang diharapkan.

“Pertama dilakukan mambajak sawah guna membalik tanah sedalam lapisan olah atau topsoil menggunakan alat bajak. Lapisan tanah bagian bawah diangkat untuk membongkar endapan mineral atau Hara yang sulit diraih akar. Memperlancar sirkulasi udara, oksigen dimasukkan dan gas-gas yang dapat meracuni tanaman melalui perakaran dikeluarkan,”tutur Sasang saat ditemui Suryajagad.net pada saat memulai penggarapan sawahnya di Desa Banjaransari, Sabtu pagi (14/11/2015)

Lebih lanjut Sasang menjelaskan, rumput, benih-benih gulma dan Sisa tumbuhan lainnya dibenamkan memperkaya bahan organik tanah. Berselang beberapa hari dilakukan pembajakan kedua dengan memotong arah dari arah pembajakan pertama, berguna memperkecil bongkahan tanah menjadi remah. Meratakan atau homogen campuran antara unsur liat, pasir, tanah dan bahan organik pada lapisan olah. Mematikan bibit-bibit gulma yang baru tumbuh,”jelasnya.

Membentuk lapisan kedap air kata Sasang di permukaan tanah. Untuk lahan yang memiliki lapisan kedap air di bawah lapisan olah atau top soil tujuan ini bisa diabaikan. Meratakan lahan agar tinggi permukaan air seragam di pertanaman. Membenamkan bagian-bagian tumbuhan yang masih tersisa. Penanaman padi di sawah umumnya ditanam dengan jarak teratur. Yang paling popular di Ngawi adalah berjarak 20 cm. Tanaman muda ditancapkan ke dalam tanah yang digenangi air sedalam 10 sampai 15 cm hingga akarnya terbenam di bawah permukaan tanah,”pungkasnya. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad