***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Pemerintah Memutuskan Dana Ketahanan Energi Dari BBM

Pemerintah Memutuskan Dana Ketahanan Energi Dari BBM

Written By Byaz.As on Selasa, 29 Desember 2015 | 06.58

Suryajagad.Net - Setelah mengamati perkembangan harga minyak di pasar internasional yang terus menurun dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah memutuskan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Premium dan Solar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, dalam 3 bulan terakhir ada penurunan harga kurs antara 18-20 persen, dan itu sejalan dengan penurunan MOPS solar yang kurang lebih 18 persen dalam bulan-bulan terakhir.

“Ada anomali di MOPS nya premium yaitu turun hanya 8 persen, jadi nanti dalam menerapkan harga ini memang terlihat solar turunnya lebih signifikan dibanding dengan premium,” kata Sudirman kepada wartawan usai sidang kabinet paripurna, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/12/2015) lalu.

Yang juga jadi pertimbangkan adalah bahwa pemerintah ingin atau memutuskan untuk memulai memupuk yang disebut dana ketahanan energi. Pemerintah memutuskan untuk dana ketahanan energi itu dari premium akan dipungut Rp 200 per liter, kemudian dari solar akan dipungut Rp 300 per liter.

Dengan pertimbangan-pertimbangan itu, menurut Menteri ESDM,  sudah dihitung bahwa harga keekonomian premium yang semula Rp 7300 per liter pada tahap hitungan sekarang ini menjadi Rp 6950, itu harga keekonomian. Namun dengan tambahan dana ketahanan energi sebesar Rp 200, maka nanti harga baru premium menjadi Rp 7150 per liter.

“Jadi dari Rp 7300 menjadi Rp 7150, dengan itu kita menyimpan Rp 200 rupaiah per liter untuk memupuk dana ketahanan energi yang diarahkan untuk membangun energi terbarukan kita,” kata Sudirman.

Adapun harga solar yang semula Rp 6700, harga ketahanannya Rp300, jadi harga keekonomian barunya Rp5650, tapi kemudian kita tambahkan dengan  Rp300 per liter sehingga harga barunya menjadi Rp 5950 per liter. “Turun Rp 800, kemudian premiumnya turun Rp 150,” jelas Sudirman.

Harga baru ini, lanjut Menteri ESDM, berlaku mulai tanggal 5 Januari 2016. Mengapa 5 Januari, karena perhitungannya 1 Januari. “Tetapi kita ingin memberi waktu kepada distributor dan para SPBU dan para pengecer untuk menghabiskan stok dengan harga lama sehingga tidak mengalami kerugian. Tapi kita juga memberi kesempatan kepada Pertamina untuk melakukan persiapan-persiapan penataan sistem dan sebagainya,” pungkas Sudirman.

Sumber : Setkab.go.id
Editor     : Byaz
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad