***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Eks Gafatar Mendapat Pembinaan Penyuluh Agama Dari Kemenag

Eks Gafatar Mendapat Pembinaan Penyuluh Agama Dari Kemenag

Written By Byaz.As on Senin, 01 Februari 2016 | 09.00

Suryajagad.Net - Sebanyak 832 jiwa eks Gafatar ditempatkan di Asrama Haji Pondok Gede sebelum mereka dipulangkan ke daerah masing-masing. Kepala Biro Umum Kementerian Agama Safrizal, menjelaskan bahwa Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta telah menerjunkan 15 orang penyuluh Agama Islam untuk melakukan pembinaan.

Dikoordinir langsung oeh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Muchtar Ali, para penyuluh memberikan pembinaan dan konseling keluarga eks Gafatar di Asrama Haji Podok Gede. Dalam rilis Suryajagad.Net dari laman Kemenag.go.id, Minggu (31/01/2016)

Menurut Safrizal, sampai dengan hari ini, eks anggota Gafatar yang tiba di Jakarta terbagi dalam 4 gelombang. Gelombang pertama, tiba pada hari Jumat (22/01/2016) dengan 2 kloter pesawat berjumlah 397 jiwa dan ditempatkan di Cibubur. Mereka sudah dipulangkan ke daerah asalnya masing-maisng.

Gelombang kedua, tiba pada Rabu (27/01/2016) sebanyak 712 orang dan ditempatkan di Wiladatika Cibubur. Gelombang ketiga, tiba pada hari Kamis (28/01) berjumlah 832 jiwa dan ditempatkan di Asrama Haji Pondok Gede, dengan rincian: 460 laki-lai dan  372 perempuan. Dari jumlah itu, terdapat 34 bayi, 109 balita, 4 ibu hamil, dan 3 orang dalam keadaan sakit.

“Kementerian Agama  di samping menyiapkan tempat untuk gelombang ke 3 sebanyak 832 orang, juga  gelombang ke 4 sebanyak 984 orang yang insya Allah besok Senin merapat lagi di Tanjung Periok,” terang Safrizal.

Ditambahkan Safrizal, sebagian eks Gafatar yang di Pondok Gede sudah dijemput oleh keluarganya dari daerah masing-masing, antara lain dari:  Dinas Sosial DKI (3 orang), Lampung (46 orang), Cilegon (7 orang), Pandegelang (3 orang), dan Riau (6 orang). Ada juga yang  pindah ke penampungan di Cibubur karena keluarga dan barang mereka ada di Cibubur. “Jumlah yang keluar dari Asrama haji Pondok Gede sebanyak 65 orang sehingga jumlah terkini di Asrama Haji Pondok Gede sebanyak 767 orang,” terang Safrizal. 

“Mereka yang masih di Pondok Gede, berasal dari DKI (173), Banten (46), Jawa Barat (470), Jawa Tengah (18), Jawa Timur (5), Kepri (15), Kalbar (4), Sumsel (18), Bengkulu (6), dan tidak punya tujuan (13),” tambahnya.

Kemenag, Kemensos, dan Kemenkes, menurut Safrizal dalam rapat koordinasi telah merumuskan program selama di Asrama Haji Podok Gede, antara lain:  ceramah agama dan konsultasi keluarga oleh pihak Kemenag, program pembinaan anak-anak oleh KPAI, serta program olah raga dan lainnya.

Berikut ini beberapa hal yang dilakukan Pemerintah: 

a. Ex Gafatar harus dilindungi dan diterima.

b. Polisi, TNI, dan Kemenag melakukan pendekatan kekeluargaan dan budaya lokal agar mereka bisa diterima kembali di tempat asal.

c. Kemenag memberikan pembinaan mental setelah mereka kembali.

d. Kemenag dan Kemendikbud memastikan anak-anak ex gafatar bisa bersekolah kembali sebagai bagian pembinaan.

e. Kemensos menjamin dapur umum dan sandang selama di penampungan.

f. Kemenkes bertanggung jawab terhadap kesehatan eks gafatar .(Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad