***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Mengatasi Kelangkaan Pangan Dengan Dana Desa

Mengatasi Kelangkaan Pangan Dengan Dana Desa

Written By Byaz.As on Minggu, 31 Januari 2016 | 06.00

Suryajagad.Net - Indonesia terancam mengalami kelangkaan bahan pangan. Menghadapi ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar akan membantu mengatasi hal tersebut melalui desa.

"Pertanian dan perkebunan itu kan datangnya dari desa. Akan kita maksimalkan pertanian di desa dengan memanfaatkan dana desa," ungkapnya.

Produksi bahan pangan lokal saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan lokal. Terbukti, hingga Agustus 2015, Indonesia telah mengimpor beras sebanyak 35,818 ton. Bahan pangan ini datang dari berbagai negara tertangga seperti Vietnam, Miyanmar, Thailand dan sebagainya.

"Melalui dana desa, kita akan mengembangkan pertanian di desa-desa dengan melakukan pembagungan irigasi misalnya. Banyak hal yang bisa kita lakukan," ujar Marwan Jafar, seperti dalam rilis Suryajagad.net dari laman Kemendesa.go.id, Sabtu (30/01/2016)

Menteri Marwan juga mengajak Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia, untuk turut membantu mengembangkan dan mempertahankan pertanian di Indonesia. Bahkan ia mengatakan, akan melakukan MoU, untuk saling bersinergi membagun pertanian di desa.

"Kita bisa saling berkolaborasi, bahkan saya harap kontribusi para sarjana pertanian ini dapat memberikan inovasi dan kreatifitas baru untuk pertanian Indonesia," ujarnya.

Menteri Marwan berharap, dengan mengembangkan potensi pertanian di desa-desa tersebut, Indonesia akan terhindar dari kelangkaan bahan pangan dan terbebas dari impor. Dalam mengembangkan pertanian di Indonesia tersebut lanjutnya, Kementerian desa akan melakukan d kunci pokok, pertama adalah dengan membangun dan memperkuat pertanian di desa. Kedua, adalah dengan memperkuat kelembagaan pertanian di desa.

"Indone watak dasarnya adalah pertanian. Meskipun Indonesia akan menjadi poros maritim dunia, namun pertanian dan perkebunan tidak boleh kita lupakan. Ini harus terus dikembangkan. Ini adalah lompatan yang luar biasa, untuk memperkuat desa menarik secara ekonomis," ujarnya.(Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad