***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Geliat Perekonomian Desa Dengan Dana Desa

Geliat Perekonomian Desa Dengan Dana Desa

Written By Byaz.As on Senin, 14 Maret 2016 | 06.00

Suryajagad.Net - Posisi Desa sebagai pondasi pembangunan nasional telah dijalankan dengan konsisten oleh Pemerintah, terutama dengan adanya program Dana Desa yang dialokasikan langsung dari APBN ke desa-desa. Potensi ekonomi desa yang tadinya tak tergarap, kini mulai hidup dan termanfaatkan berkat Dana Desa. Infrastruktur desa yang dulunya rusak juga mulai terbangun, sehingga mobilitas masyarakat desa dalam bekerja semakin baik.

Dana Desa memang telah memberi daya ungkit sangat kuat terhadap perekonomian masyarakat desa. Karena itu pula, pemerintah telah berkomitmen meningkatkan besaran Dana Desa tahun 2016 menjadi Rp46,9 triliun yang akan ditransfer dari kas keuangan negara kepada 74.754 desa di seluruh Indonesia. Besaran Dana Desa ini meningkat hingga 126% dibanding tahun 2015 senilai Rp20,7 triliun.

Data menunjukkan bahwa Dana Desa mampu memberi dukungan terhadap daya tahan ekonomi nasional, termasuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional hingga 0,5%. Ketika terjadi goncangan ekonomi global dan banyak kekhawatiran ketika ada kenaikan harga bahan bahar minyak, ternyata ekonomi masyarakat di desa-desa tetap bisa bergerak.

Kementerian Desa sendiri telah mengeluarkan panduan bagi masyarakat untuk mengelola dana desa, yakni melalui Permendesa No21/2015 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2016. Dijelaskan bahwa Dana Desa diprioritaskan untuk tiga hal, yakni untuk membangun dan membenahi infrastruktur desa, untuk menyediakan layanan sosial dasar masyarakat desa, serta untuk membangun ekonomi masyarakat desa. Seperti dalam rilis Suryajagad.Net dari laman Kemedesa.go.id, Minggu (13/03/2016)

Pembangunan infrastruktur desa itu meliputi jalan desa, irigasi, talud, embung penampungan air dan sebagainya. Adapun program layanan sosial dasar meliputi polindes, poskesdes, dan PAUD. Sedangkan program pembangunan ekonomi masyarakat desa meliputi pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pasar desa, kios desa, koperasi simpan-pinjam dan sebagainya.

"Prioritas utama memang membangun infrastruktur desa yang tidak boleh dikerjakan oleh pihak ketiga atau dikontraktualkan. Ini sudah terbukti memberi daya ungkit terhadap perekonomian desa, karena pembangunan infrastruktur bersipat padat karya. Bahan baku infrastruktur diambil dari desa setempat, tenaga kerja dari masyarakat setempat, sehingga dana desa akan berputar di desa," jelas Menteri Marwan.(Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad