***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Penggunaan Dana Desa Harus Sesuai Dengan Instruksi Kemendesa

Penggunaan Dana Desa Harus Sesuai Dengan Instruksi Kemendesa

Written By Byaz.As on Minggu, 27 Maret 2016 | 21.30

Suryajagad.Net - Dana desa merupakan suatu program unggulan kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Dimana Dana desa ini, merupakan dana bantuan pemerintah yang langsung di transfer ke kas desa.  Dana tersebut di gunakan untuk :

1.       Pembangunan Infrastruktur desa
2.       Pembangunan sarana dan prasarana
3.       Ekonomi kreatif. Selain itu tidak boleh menggunakan dan desa. 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan pembangunan infrastruktur menggunakan dana desa harus bersifat padat karya dan tidak boleh dikontrakan.

"Pembangunan infrastruktur dengan dana desa harus melibatkan masyarakat desa setempat supaya masyarakat benar-benar menikmati dana desa,  Jadi membeli pasir atau batu dari desa setempat supaya uang berputar di desa, kecuali  di desa tersebut tidak ada" katanya di Magelang,dalam rilis Suryajagad.net dari page resmi Kemendesa (27/06/2016)

Prioritas penggunaan dana desa tutur Marwan, untuk membangun infrastruktur dasar desa seperti jalan, irigasi, dan talud. Hal ini tidak boleh diganggu gugat dan dana desa tidak boleh untuk membangun kantor desa. jika infrastruktur dasar desa sudah baik, dana desa bisa digunakan untuk membangun sarana dan prasarana desa, misalnya posyandu, poliklinik desa, dan PAUD,” tuturnya.

Lebih lanjut Menteri  Marwan Jafar menjelaskan, Opsi ketiga, dana desa untuk peningkatan kapasitas ekonomi desa, misalnya untuk BUMDes, koperasi desa, toko-toko desa, dan pertanian desa. Dana desa setiap tahun akan naik secara signifikan. Pada 2015, setiap desa menerima dana desa rata-rata Rp300 juta dan tahun 2016 setiap desa menerima Rp700 juta hingga Rp800 juta.”jelasnya.

Sesuai usulan dari desa, kata Menteri Kemendesa, kalau tahun lalu pencairan dana desa dalam tiga tahap, yakni tahap pertama 40 persen, tahap kedua 40 persen, dan tahap ketiga 20 persen, untuk tahun ini pencairan dua tahap, yakni tahap pertama 60 persen dan tahap kedua 40 persen. Dan terkait pembuatan laporan dana desa, dia meminta pihak kepolisian dan kejaksaan agar tidak mencari-cari kesalahan kepala desa, tetapi membuat laporannya harus benar. Kami lindungi semua kades, tetapi tidak boleh menyelewengkan dana desa tersebut," pungkasnya. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad