***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » Perang Melawan DBD, Pengasapan Kedua Dilakukan Di Desa Banjaransari

Perang Melawan DBD, Pengasapan Kedua Dilakukan Di Desa Banjaransari

Written By Byaz.As on Minggu, 27 Maret 2016 | 00.30

Suryajagad.Net – Pengasapan (fogging) bukan strategi yang utama dalam mencegah demam berdarah dengue ( DBD). Fogging tidak dilakukan secara rutin, hanya dilakukan saat terjadi kasus di suatu wilayah. Seperti yang terjadi di Desa Banjaransari, Kecamatan Padas- Ngawi. Telah dilakukan fogging focus dalam radius 200 meter  untuk kedua kalinya. (Baca Pemberantsan Sarang Nyamuk DBD Di Desa Banjaransari)

Menurut Nugroho Kordinator Fogging dari UPT Kesehatan Kecamatan Padas, Fogging yang dilakukan dua kali itu bertujuan untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasa yang kemungkinan baru melewati masa pertumbuhannya.

“kami melakukan fogging focus untuk kedua kalinya di Desa Banjaransari ini. Fogging yang dilakukan dua kali itu bertujuan untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasa yang kemungkinan baru melewati masa pertumbuhannya. Seperti diketahui, hanya dibutuhkan waktu delapan hari untuk jentik nyamuk berubah menjadi nyamuk dewasa,” terang Nugroho saat ditemui Suryajagad.Net di Desa Banjaransari, Sabtu pagi (26/03/2016)

Pencegahannya bukan melalui fogging saja kata Nugroho, namun bagaimana masyarakat menjaga kebersihan dan menghilangkan jentik nyamuk. Dengan melakukan 3 M yakni menutup, menguras, dan mengubur. Karena fogging itu memakai insektisida, sehingga dikhawatir ada resistensi,”jelasnya.

Sementara itu Amin Surya Ketua Gerakan Ngawi Peduli (GNP) , mengucapkan terima kasih untuk Dinas Kesehatan Ngawi yang telah melakukan fogging focus di Desa Banjaransari yang bertepatan dengan Kantor Pusat Komunitas Penggiat Sosial tersebut.

“Terima kasih untuk Dinas Kesehatan Ngawi dan seluruh jajarannya, yang telah melakukan fogging focus di Desa Banjaransari. Desa tersebut menjadi kantor pusat dari Komunitas Penggiat Sosial Gerakan Ngawi Peduli (GNP) dan masyarakat yang menjadi korban demam berdarah dengue ( DBD) bertepatan  masih kerabat dengan saya selaku ketua dari Komunitas Penggiat Sosial Gerakan Ngawi Peduli,”kata Amin Surya.

Dengan kejadian ini himbau Amin Surya, untuk pencegahan DBD  yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus. menutup, menguras, dan mengubur .Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lainnya. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya. Terakhir  memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD,”jelasnya.

Adapun yang dimaksud dengan Plus lanjut Amin Surya, adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk. Menggunakan kelambu saat tidur. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk. Menanam tanaman pengusir nyamuk. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk,”pungkasnya. (Byaz)

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad