***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Presiden Resmikan Tol Sumo Dan Bendungan Nipah Di Jawa Timur

Presiden Resmikan Tol Sumo Dan Bendungan Nipah Di Jawa Timur

Written By Byaz.As on Minggu, 20 Maret 2016 | 07.16

Suryajagad.Net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Jokowi meresmikan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IV sepanjang 18,47 kilometer yang memanjang dari Krian hingga Mojokerto. Dan nantinya masih akan ada 16,01 Km yang masih dalam proses pengerjaan. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto diharapkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2017.

Jalan Tol Sumo merupakan bagian dari Tol Trans Jawa, yang terdiri dari empat seksi yaitu:
- Seksi IA : Waru-Sepanjang (2,3km) dan Seksi IB : Sepanjang–Western Ring Road (4,3km);
- Seksi II : Western Ring Road – Driyorejo (5,1km);
- Seksi III : Driyorejo – Krian (6,1km);
- Seksi IV : Krian – Mojokerto (18,47km).

“Negara ingin berkonsentrasi pada dua hal besar yaitu deregulasi dan pembangunan infrastruktur. Kita ingin fokus, kita ingin konsentrasi disana. Deregulasi diperlukan agar ada kecepatan kita dalam bertindak melaksanakan pembangunan,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya di gerbang Tol Penompo yang ada di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Dalam lansir laman Setkab.go.id, Sabtu (19/03/2016)

Menurut Presiden, terdapat 42.000 peraturan terdiri dari perpres, pp, permen, dan peraturan-peraturan lainnya. Peraturan yang banyak ini menjerat pemerintah sehingga tidak mempunyai kecepatan dalam bertindak di lapangan. Pemerintah segera akan menyederhanakan agar semua dapat diputuskan, dikerjakan dengan cepat.

Indonesia, lanjut Presiden Jokowi, terlambat dalam pembangunan infrastruktur oleh karena itu pemerintah menargetkan dalam 5 tahun minimal telah terbangun Tol 1.000 km. Dari merdeka sampai sekarang, 70 tahun, kita baru mempunyai 840 km, oleh sebab itu saya bertarget kepada Bapak Menteri PU, 5 tahun minimal 1000 km,” ujar Presiden.


Proyek kedua yang diresmikan Presiden Jokowi adalah Bendungan Nipah di Kabupaten Sampang, Madura. Bendungan ini merupakan salah satu dari 65 bendungan yang akan dibangun pemerintah dalam kurun waktu 2015-2019. Bendungan Nipah nantinya dapat mengairi sawah seluas 1.150 Ha, yang terdiri dari 925 Ha sawah baru yang merupakan pengembangan sawah tadah hujan. Sisanya, seluas 225 Ha, merupakan areal sawah yang sudah ada. Manfaat lain bendungan ini adalah sebagai konservasi sumber daya air, sebagai obyek pariwisata dan untuk perikanan ikan tebar.

Seperti selalu disampaikan Presiden Jokowi, pembangunan infrastruktur adalah faktor kunci untuk memenangi persaingan ekonomi global karena itulah pemerintah terus meningkatkan fasilitas infrastrukturnya di seluruh wilayah. Selain itu, infrastruktur juga diyakini menjadi kunci untuk menekan biaya transportasi dan logistik sehingga dapat menurunkan harga seluruh produk yang didistribusikan ke seluruh Indonesia. Presiden juga selalu menekankan pembangunan yang dilakukan harus bersifat Indonesia-sentris.(Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad