***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Toleransi Antar Agama Saat Nyepi Dan Gerhana Matahari

Toleransi Antar Agama Saat Nyepi Dan Gerhana Matahari

Written By Byaz.As on Kamis, 10 Maret 2016 | 01.00


Suryajagad.Net - Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938. Berbeda dengan sebelumnya, perayaan nyepi tahun ini terasa istimewa karena berbarengan dengan terjadinya fenomena alam Gerhana Matahari pada Rabu (09/03/2016)

Sementara umat Hindu di Bali merayakan tapabrata nyepi, umat Islam disunnahkan menjalankan salat gerhana. Bahkan, sebagaimana terlihat di Jalan Banteng Banjar Taman Sari Denpasar Utara, umat Islam berangkat ke mushala terdekat untuk Shalat Gerhana Matahari dengan diantar dan didampingi  Pecalang (petugas desa adat) setempat. Kedua belah pihak bahkan tampak akrab saat kedua tangannya saling jabat.

Nuansa keistimewaan hari ini bahkan sudah terasa sejak beberapa hari sebelumnya, ketika sejumlah tokoh berkumpul dalam Rapat Koordinasi Lintas Lembaga Keagamaan dan Instansi terkait. Seperti dalam rilis Suryajagad.Net dari laman Kemenag.go.id, Selasa (16/02/2016) lalu.

Saat itu, para tokoh berkumpul untuk berembug tentang hal terbaik yang perlu dilakukan untuk menjaga harmoni dalam keragaman. Hasilnya, Seruan Bersama Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali digaungkan, bahwa umat beragama harus ikut menjaga kesucian rangkaian pelaksanaan Nyepi. Umat  Islam yang akan melaksanakan Shalat Gerhana Matahari, agar menyesuaikan dengan suasana Nyepi.

Dari seruan bersama itu, umat Islam yang akan melaksanakan Shalat Gerhana Matahari lalu berkoordinasi dengan pecalang (petugas desa adat). Umat Islam melaksanakan Shalat Gerhana di musholla atau masjid terdekat, berjalan kaki alias tidak berkendara.
Pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi berjalan khidmat, sebagaimana kekhidmatan umat Islam menjalankan shalat. Ini menunjukkan betapa toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama di Bali terjaga kuat.

Selain di mushalla Jalan Banteng Banjar Taman Sari Denpasar Utara,  Shalat Gerhana Matahari juga dilaksanakan di beberapa titik, antara lain:  Masjid Al Hikmah Denpasar Timur, Masjid Baiturrahman Desa Wanasari Dauh Puri Kaja Denpasar, dan Masjid Nurul Huda Tuban Badung. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad