***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Bunga KUR Turun 9% Pertahun, Masyarakat Tidak Lagi Pinjam Ke Rentenir

Bunga KUR Turun 9% Pertahun, Masyarakat Tidak Lagi Pinjam Ke Rentenir

Written By Byaz.As on Rabu, 13 April 2016 | 07.37

Suryajagad.Net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat yang ingin berusaha, ada peluang untuk meminjam modal ke BRI, BNI, dan bank swasta. Ia menyebutkan, sekarang yang namanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunganya tidak 22% tapi 9% per tahun. Bahkan  BPD (Bank Pembangunan Daerah) 7%.

“Silakan ngantri, jangan pinjam ke renternir lagi, sudah disiapkan hanya 9%, 7% itu. Artinya per bulan nggak ada 1%. Kecil sekali itu, gunakan,” kata Presiden Jokowi saat meluncurkan Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat, di Terminal Agrobisnis, desa Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, seperti dalam rilis Suryajagad.Net dari laman Setkab.go.id,Senin (11/04/2016)

Jika ada yang mempersulit untuk mendapatkan KUR, Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk menyampaikan. “Kalau yang mempersulit, tahu sendiri. Kita nggak ada waktu lagi untuk urus yang sulit-sulit. Ganti copot, taruh yang baru, yang mau bekerja untuk rakyat,” tegasnya.

Adapun soal bibit, Presiden mengaku sudah mendengar masalah ini. Untuk itu ia minta Dinas Pertanian di daerah untuk menyelesaikannya. Kalau tidak bisa menyelesaikan, Presiden meminta agar dilaporkan ke Kementerian Pertanian supaya hal-hal seperti ini jangan menjalar kemana-mana.

“Yang namanya hama, yang namanya penyakit tanaman harus cepat diselesaikan sebelum melebar kemana-mana,” tutur Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menekankan pentingnya memperhatikan masalah yang berkaitan dengan pasca panen. Menurut Presiden, ini problem-problem dari dulu sampai sekarang yang tidak bisa terselesaikan dengan baik, padahal anggarannya ada. Ia menunjuk contoh di Brebes, kalau pas musim kayak gini bawangnya bisa harga mahal, Rp30-35 ribu/kg. Di pasar harganya Rp48-50 ribu. Namun, konsumennya teriak-teriakan kemahalan.

Oleh sebab itu, kata Presiden, saat panen raya harus ada yang menampung, gudang yang menampung atau storageyang menampung. Kalau ada swasta, Presiden mempersilakan, kalau tidak ada BUMN (Badan Usaha Milik Negara) harus siap.

“Sekarang sudah kita bagi BUMN, pokoknya 9 bahan pokok sekarang tanggung jawabnya BUMN. Misalnya, beras, jagung, kedelai bulog. Perpresnya udah keluar bulan yang lalu. Kemudian daging ada lagi RNI, PPI, semuanya harus tanggung jawab sehingga rakyat berproduksi ini ada yang menampung. Jangan sampai berproduksi panennya banyak harganya jatuh. Ongkos produksinya Rp20 ribu,  dijual hanya Rp15 ribu,” papar Presiden Jokowi. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad