***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » Mbah Mayem Dan Sayem Kedungputri, Terpinggirkan Oleh Keadaan

Mbah Mayem Dan Sayem Kedungputri, Terpinggirkan Oleh Keadaan

Written By Byaz.As on Minggu, 01 Mei 2016 | 21.00

Suryajagad.Net – Kasih ibu tak lekang oleh waktu, itulah yang dilakukan oleh Mbah Mayem (90) warga Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Paron – Ngawi. Meskipun usia sudah senja dengan tubuh yang sudah renta, dengan penuh rasa kasih sayang merawat Mbah Sayem (65) yang sedang sakit.

Sudah hampir 20 hari, Mbah Sayem tergulai lemas tak berdaya. Terbalut dengan kantong sak plastik bekas menutupi bagian tubuh bawahnya. Tak ada yang bisa dilakukan selain hanya tiduran diranjang reot dipojok rumahnya. Segala kebutuhan yang diperlukan dilayani oleh Mbah Mayem (90) dengan tertatih.

Saat komunitas penggiat sosial Gerakan Ngawi Peduli (GNP) menyambangi kediaman dari Mbah Mayem, nenek usia senja tersebut, menyambut dengan penuh sumringah, seakan tidak ada beban derita hidup. Meskipun untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, belas kasih dari tetangga.

“Bagaimanapun ini sudah menjadi tugas wajib saya sebagai seorang ibu untuk merawat anak. Berharap untuk Sayem anak saya ini lekas sembuh. Ada keinginan membawa berobat, namun bagaimana caranya dan saya tidak mempunyai cukup biaya,” tutur Mbah Mayem dengan bahasa  Jawa.

Terkadang ada rasa khawatir ungkap Mbah Mayem, apabila saya dipanggil oleh sang maha kuasa, siapa yang akan merawat Sayem. Matur suwun untuk Gerakan Ngawi Peduli yang telah memberikan bantuan untuk simbah. Gusti Allah ta’ala yang akan membalas semua kebaikan jenengan semua,” ungkapnya.

Sementara sebelum menyambangi kediaman dari Mbah Mayem, Komunitas penggiat sosial Gerakan Ngawi Peduli, menyalurkan bantuan untuk Sunarsih (37) warga Desa Semen, Paron – Ngawi, yang menderita kelumpuhan pasca melahirkan. (Baca Kursi Roda Untuk Sunarsih, 4 Tahun Lumpuh Pasca Melahirkan )

Gerakan Ngawi Peduli terlahir darikesederhanaan tercipta untuk kebersamaan, indahnya saling berbagi sambut senyum mereka esok hari. (Byaz)

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad