***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Adik Depresi, Kakak Kandung Diamputasi

Adik Depresi, Kakak Kandung Diamputasi

Written By Byaz.As on Kamis, 05 Mei 2016 | 07.00

Suryajagad.Net – Mbah Tarmi (65) semenjak suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu, harus menjadi tulang punggung untuk kedua buah hatinya. Supriyadi (40) anak pertama yang diharapkan mampu membantu perekonomian keluarga tidak bisa berbuat banyak. Semenjak tahun 1993 silam mengalami kecelakaan dan kaki kanan harus diamputasi. Sedangkan Sri Lestari (31) anak nomer dua mengalami depresi.

Beban derita Mbah Tarmi (65) kian bertambah, saat Sri Lestari (31) mengamuk, menyebabkan bocor kepala tetangga dan harus mendapatkan perawatan medis secara intensif. Untuk menanggulangi agar tidak ada korban berikutnya, tetangga sekitar berinisiatif membawa Sri Lestari berobat. Namun karena keterbatasan informasi dan pengalaman, kebuntuan solusi terjadi. 

Sementara itu menurut Amin Surya ketua komunitas penggiat sosial Gerakan Ngawi Peduli (GNP), melakukan gentayangan di wilayah Desa Dero, Kecamatan Bringin-Ngawi. Mendapatkan informasi terkait gadis depresi mengamuk dan kakak kandung kaki kanan diamputasi. Segera menyambangi tempat tinggal penderita tersebut.

“Secara tidak langsung kami dari Gerakan Ngawi Peduli (GNP) bergentayangan di wilayah Desa Dero, Kecamatan Bringin – Ngawi. Mendapatkan informasi  kondisi keluarga dari Mbah Tarmi (65) yang kedua anaknya membutuhkan bantuan segera, kami langsung menginvestigasi kebenaran informasi tersebut," terang Amin Surya Ketua Gerakan Ngawi Peduli. Selasa (03/05/2015)

Lebih lanjut Amin Surya menuturkan, Supriadi anak pertama Mbah Tarmi kaki diamputasi karena kecelakaan 1993 silam. Sedangkan adiknya mengalami depresi. Setelah melakukan penjelasan dan kordinasi dengan keluarga maupun tetangga. langkah cepat kami putuskan membawa Sri Lestari berobat ke RSU dr.Soeroto Ngawi. Agar segera mendapat penanganan medis secara intensif dan berharap segera bisa kembali sembuh normal,” imbuhnya.

Selanjutnya kami dari Gerakan Ngawi Peduli (GNP) kata Amin Surya, akan mengupayakan kaki palsu untuk Supriyadi. Gerakan Ngawi Peduli terlahir dari kesederhanaan tercipta untuk kebersamaan. Indahnya saling berbagi sambut senyum mereka esok hari. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad