***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » BMI 7 Tahun Dijadikan Mesin ATM Suami

BMI 7 Tahun Dijadikan Mesin ATM Suami

Written By Byaz.As on Selasa, 03 Mei 2016 | 09.55

Suryajagad.Net – Maksud hati ingin membantu kelancaran perekonomi keluarga dan merantau menjadi Buruh Migrant Indonesia (BMI) di luar Negeri. Namun bukan keuntungan yang didapatkan. Hasil jerih payah selama 7 tahun, ludes dihabiskan oleh suami untuk sesuatu yang tidak jelas.

Kejadian ini menimpa (SY) salah satu BMI Malaysia asal Ngawi yang dinikahi (WD) asal Sragen 2002 silam. Karena ingin membantu perekonomian suami. (SY) 2009 yang lalu, dengan berat hati meninggalkan anak semata wayang dan suami untuk mengadu nasib ke luar Negeri.

“Hampir 7 tahun saya kerja di Malaysia dan hasil dari jerih payah selalu diminta oleh suami. Karena dia sebagai suami dan menjadi kepala rumah tangga, tidak terbesit kecurigaan sama sekali. Pada masa cuti 2012 yang lalu itu, suami menunjukan sebuah bangunan rumah. Suami bilang bangunan tersebut milik kita. Serta dia bilang masih banyak tunggakan pinjaman di toko material yang belum terbayar,” tutur SY saat ditemui team Gerakan Ngawi Peduli dikediamannya. Minggu sore (01/05/2015).

Alangkah kagetnya, kata (SY) kalau masih punya pijaman di toko material dan meminta untuk melunasi. Padahal jumlah nominal yang dikirim melebihi untuk biaya membangun sebuah rumah. Belum lagi permintaan kiriman uang lainnya, dengan alasan yang dibuat-buat,” terangnya.

Lebih lanjut (SY) menuturkan, saya meminta untuk kakak Kandung pada waktu itu untuk membesuk anak dan menanyakan sampai sejauh mana proses pembangunan rumah tersebut. Namun info yang didapat bangunan rumah tersebut milik adik suami yang merantau diluar Jawa.

Semenjak bulan September 2015, saya menyetop pengiriman uang dan saya tabung sendiri. Karena  sudah merasa lelah,capek dan dibohongi terus.  Pada masa cuti Mei 2016 ini, berencana akan mengajukan gugatan perceraian. Semoga kisah pahit perjalanan hidup menjadi mesin ATM suami. Bisa menjadi pelajaran untuk teman-teman BMI lainya,” pungkasnya. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad