***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Harga Bawang Merah Anjlok Saat Petani Panen

Harga Bawang Merah Anjlok Saat Petani Panen

Written By Byaz.As on Senin, 30 Mei 2016 | 06.00

Suryajagad.Net - Harga bawang merah di tingkat petani sudah mulai anjlok saat panen tiba. Sebelumnya harga komoditas bumbu dapur tersebut sudah menembus di atas Rp 40.000/kg. Pemerintah pun memutuskan mengimpor 2.500 ton bawang merah. Imbasnya harga bawang di tingkat petani saat ini hanya sekitar Rp 20 ribu per kg. Sedangkan bila dijual secara sistem tebas, harga bisa lebih anjlok lagi.

''Harga bawang sudah anjlok. Harga tebas hasil panen bawang sekarang sudah tidak sesuai dengan harapan para petani bawang merah. Harga bibit jenis Bima Brebes saat ini dijual Rp 42.000-50.000/kg. Bibit jenis lainnya, bibit Thailand Nganjuk, dipatok di pasaran Rp 32.000-35.000/kg,"tutur Wandi salah satu petani bawang merah di Ngawi, Sabtu (29/05/2016)

Lebih lanjut dia menuturkan,  agar petani bisa mendapat untung 20 persen, seharusnya harga bawang mencapai kisaran harga Rp 35 ribu per kg. Hal ini karena biaya untuk mengolah lahan, membeli bibit, pemupukan dan membeli obat hama, sudah sangat tinggi. Untuk menyikapi hal tersebut bawang merah hasil panenan kita tahan dulu, berharap harganya kembali normal,” harapnya.

Sementara itu dalam rilis Detik Finance, Ketua Dewan Bawang Nasional, Amin Kartiawan Danova, mengungkapkan ketimbang mengimpor bawang merah, lebih bijak jika pemerintah mengimpor bibit bawang merah untuk membantu petani menekan biaya produksi.

"Sekarang sudah masuk panen raya. Secara alami, tanpa impor harga akan turun terus, sekarang sudah mulai turun di petaninya. Harga di petani itu tergantung dari bibit, bibit sekarang mahal sekali, Panen puncak sudah mulai, harga bakal semakin jatuh. Daripada impor bawangnya, lebih baik impor bibitnya. Memang harusnya itu yang diimpor, supaya bantu petani dapatkan bibit yang murah. Harga bisa ditekan lagi" kata Amin. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad