***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » Pasutri Korban Gendam Asal Kediri Terdampar Di Kantor Pusat Gerakan Ngawi Peduli

Pasutri Korban Gendam Asal Kediri Terdampar Di Kantor Pusat Gerakan Ngawi Peduli

Written By Byaz.As on Selasa, 17 Mei 2016 | 21.30

Suryajagad.Net – Pasangan suami istri asal Desa Tulungrejo, Pare – Kediri, dugaan menjadi korban gendam saat diatas kapal dari Bengkulu Selatan menuju pelabuhan Merak Banten. Semua barang yang berharga ludes kecuali pakaian yang menempel di badan serta 1 tas yang berisi baju ganti anaknya. Hampir 10 hari mereka terlunta-lunta pulang menuju kampung halaman.

Nasib malang yang menimpa pasangan suami istri Abdul Azis (32) dan Tutik (32) serta Hafiz yang masih balita tersebut, bermula keinginan mereka pulang kampung di Kediri.

“Semenjak 5 Mei 2016 berangkat dari Desa Kedataran BRT, Kecamatan Meje, Kabupaten Bintuhan, Bengkulu Selatan melalu jalur laut menuju Pelabuhan Merak Banten. Saat diatas kapal seingat saya di wilayah Bakahuni, ditemui sepasang suami istri yang berpakaian muslim. Yang suami berperawakan tinggi sedang dan berjenggot. Sedangkan istrinya berjilbab,” terang Abdul Azis saat ditemui  Kantor Pusat Gerakan Ngawi Peduli (GNP), Desa Banjaransari, Padas, Ngawi. Senin Malam (16/05/2016)

Lebih lanjut Abdul Azis menuturkan, kesadaran saya berserta istri  itu sedikit pulih saat turun dari kapal di Pelabuhan Merak Banten. Tas yang berisi pakaian ganti dan dompet serta tas ikat pinggang yang saya sembunyikan dibalik perut untuk menyimpan uang raib semua. Sontak kaget dan histeris, menangis sejadinya,” tuturnya.

Karena sudah tidak memiliki bekal untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Kediri kata Abdul Azis, berinisiatif lapor ke pihak Kepolisian tentang kronologi kejadian yang menimpanya. Oleh pihak berwajib dicarikan tumpangan. Estafet mulai dari Merak Banten sampai dengan Sragen Jawa Tengah 10 hari. Dari Sragen sama Polisi setempat dicarikan tumpangan mobil pick up menuju arah Ngawi. Karena tidak mengetahui wilayah Ngawi, sama sopir pick up tersebut diturunkan di peremapatan Desa Mangunharjo dan disuruh berjalan lurus ke Timur arah Caruban. Karena kondisi hujan bermaksud berteduh, secara  kebetulan berteduh di Kantor Pusat Gerakan Ngawi Peduli (GNP) ini,” jelasnya.

Sementara itu Amin Surya Ketua Gerakan Ngawi Peduli (GNP) bergerak cepat menghubungi semua team GNP untuk melakukan koordinasi serta memberitahu keberadaan pasangan suami istri tersebut ke Agus Widodo selaku tokoh masyarakat dan mantan Kepala Desa Banjaransari.

Setelah melakukan koordinasi dibawah arahan Agus Widodo tokoh masyarakat dan mantan Kepala Desa Banjaransari tersebut.  Team bergerak  mengatar  dan memberi bantuan bekal untuk pasangan suami istri naas tersebut, hingga bisa sampai di Kampung halamanya. (Byaz)

Share this article :
Comments
1 Comments

+ komentar + 1 komentar

18 Januari 2018 09.19

Salam kenal dari rentalmobilkediri.com Rental dan carter mobil di kediri, pare, blitar, jombang, wates

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad