***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Menjemput Hidayah Sebelum Datang Penyesalan

Menjemput Hidayah Sebelum Datang Penyesalan

Written By Byaz.As on Rabu, 08 Juni 2016 | 21.27

Suryajagad.Net - Mungkin kita sering berfikir, sudah banyak sekali cara untuk menyadarkan seseorang yang kita cintai dan yang sangat disayangi.  Namun segala cara dan upaya tersebut, belum mampu untuk merubahnya menjadi seseorang yang baik.

Mengenai hal ini, perlu kita ketahui, hidayah atau petunjuk hanyalah milik Allah ta’ala. bagaimana pun upaya kita untuk merubah seseorang, menyadarkan seseorang, maka itu tidak ada artinya jika Allah ta’ala tidak menghendaki hidayah kepadanya.

Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah itu kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka mesti mengikuti hikmah-Nya.

Turunnya ayat ini berkenaan dengan cintanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada pamannya Abu Tholib. Akan tetapi, segala cara dan upaya yang dilakukan beliau untuk mengajak pamannya kepada kebenaran, tidak sampai membuat pamannya menggenggam Islam sampai ajal menjemputnya. Seorang rosul yang kita tahu kedudukannya di sisi Allah ta’ala saja tidak mampu untuk memberi hidayah kepada pamannya, apalagi kita yang keimanannya sangat jauh dibandingkan beliau.

Perjuangan Nabi Allah Nuh  AS di dalam menegakkan tauhid kepada umatnya hingga mencapai 950 tahun tidak dapat menjadikan umat nabi Nuh AS mendapatkan hidayah Allah ta’ala. Bahkan untuk keturunannya sendiri pun ia tidak dapat menyelamatkannya dari adzab.

Allah berfirman yang artinya “Dan Nuh memanggil anaknya yang berada di tempat yang jauh, ‘Wahai anakku! Naiklah bahtera ini bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang kafir’. Dia berkata, ‘Aku akan berlindung ke gunung yang akan menghindarkanku dari air bah. Nuh berkata, ‘Hari ini tidak ada lagi yang bisa melindungi dari adzab Allah kecuali Dzat Yang Maha Penyayang.’ Dan gelombang pun menghalangi mereka berdua, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (QS. Hud:42-43)

Melihat anaknya yang tenggelam, Nabi Nuh berdoa (yang artinya),“Dan Nuh pun menyeru Rabbnya, ‘Wahai Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji-Mu adalah janji yang benar, dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.

Allah ta'ala berfirman, ‘Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu (yang diselamatkan), sesungguhnya amalannya bukanlah amalan yang sholeh. Maka janganlah engkau meminta kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui. Sesungguhnya Aku peringatkan engkau agar jangan termasuk orang-orang yang jahil.” (QS. Hud: 45-46)

Setelah mengetahui hal ini, mari kita jemput hidayah tersebut dengan cara bertaubat secara sungguh-sungguh.  Sebab Allah ta’ala tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari kemaksiatan. Apabila kita menginginkan hidayah Allah, maka kita harus terhindar dari kesyirikan, karena Allah tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat syirik.

Allah ta'ala berfirman yang artinya “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-an’am:82).

Berusaha dengan sepenuh jiwa dan raga menyadari dan memohon ampunan. bahwasanya, kita banyak dosa. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum tersebut mengubahnya sendiri.  Jangan menunggu hidayah itu datang namun jemput dan hampiri hidayah tersebut. Jangan sampai menjumpai penyesalan dikemudian hari. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad