***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » Padi Roboh Akibat Hujan, Panen Raya Tiba Pekerja Lokal Hanya Jadi Penonton

Padi Roboh Akibat Hujan, Panen Raya Tiba Pekerja Lokal Hanya Jadi Penonton

Written By Byaz.As on Jumat, 03 Juni 2016 | 06.00

Suryajagad.Net – Akibat curah hujan yang disertai angin kencang, puluhan hektar tanaman padi siap panen di Desa Banjaransari, Padas, Ngawi banyak yang roboh rata dengan tanah. Diprediksi membawa dampak merosotnya penghasilan hasil panen. Sementara itu harga gabah kering panen (GKP) masih mencapai Rp 4.000/kg.

Dalam pantauan Suryajagad.Net, wilayah yang terkena dampak curah hujan yang disertai angin meliputi, Desa Bendo, Banjaransari, Mangunharjo dan sekitarnya. Kamis sore (02/06/2016)

Tanaman padi yang rata-rata siap panen roboh. Meskipun menurun-Nya hasil panen, para petani masih beruntung, dikarenakan tanaman padi mereka sudah laku terjual dengan sistem ditebas, saat padi mulai menguning. Meskipun ada permainan para tengkulak memotong harga yang telah disepakati.

Sistem tebas yang dilakukan para tengkulak, membawa dampak negatif bagi warga masyarakat yang ingin turut serta bekerja memanen. Rata-rata para tengkulak dari wilayah Nganjuk, Kediri membawa pekerja sendiri. Panen raya yang seharusnya ikut menikmati, pekerja lokal hanya kebagian sisa buliran padi yang jatuh dan mengais butiran-butiran gabah diantara tumpukan jerami.

“Bagaimana lagi mau ikut bekerja memanen sudah tidak bisa, yang memborong  padi sudah membawa pekerja sendiri dari wilayahnya masing-masing. Yang bisa dilakukan mengais butiran-butiran gabah diantara tumpukan jerami,” tutur salaha satu pengais butiran padi yang enggan disebutkan namanya.

Ada yang lebih Ironis, sebagian para tengkulak membawa seutuhnya tanaman padi tersebut. Mereka memotong tanam padi hampir separo batang dan dinaikan ke atas truk. Sehingga para petani lokal yang memiliki ternak hanya kebagian bontosan (dangkel) padi.(Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad