***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Kedung Plumpung Bengawan Madiun Menelan Korban

Kedung Plumpung Bengawan Madiun Menelan Korban

Written By Byaz.As on Selasa, 12 Juli 2016 | 01.30

Suryajagad.Net - Fajar Bayu Firnanda (12)  meninggal dunia akibat tenggelam di Kedung Plumpung, Bengawan Madiun saat mencari ikan. Bayu sapaan akrab korban tenggelam tersebut, anak pasangan Rakimin dan Painem warga Desa Bendo, Kecamatan Padas, Ngawi.

Kejadian berawal saat korban bersama teman-teman sedang mencari ikan di Bengawan Madiun. Saat itu Bengawan Madiun sedang Pladu ( Ikan mabuk) dan warga Desa Bendo banyak yang berlomba mencari ikan.

“Saat kejadian Bayu bersama temannya turut mencari ikan di Bengawan Madiun. Sebenarnya Bayu sebelum tenggelam sudah pulang untuk mengantar ikan hasil tangkapannya. Namun bocah malang tersebut pamit mencari ikan kembali,” terang Suwaji tokoh masyarakat Desa Bendo Saat ditemui Suryajagad.Net, Senin (11/07/2016)

Lebih lanjut Suwaji menuturkan, Sebenarnya Bayu sangat piawai dalam berenang. Namun dugaan terpeleset di kedung Plumpung, perbatasan wilayah Bendo dengan Banjaransari. Korban tersangkut dengan dongkel bambu dan tidak bisa naik kepermukaan hingga menyebabkan meninggal dunia,” tuturnya.

Kejadian yang begitu cepat kata Suwaji menyebabkan kepanikan Anas salah satu teman Korban. Dia berteiak minta tolong dan warga berusaha melakukan penyelaman untuk mengangkat korban yang tersangkut di dasar kedung Plumpung Bengawan Madiun tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu menurut keterangan Rakinem, ibunda korban, sebelum kejadian tenggelam anak keduanya tersebut, Fajar sudah pamitan dan meminta maaf dan  minta disiapkan uang lembaran Rp 10.000 untuk bekal masa depannya.

“Semalam itu tidak seperti biasanya, Bayu minta dikelonin dan berpesan untuk saya tidak boleh pergi ke Luar Negeri sebelum Bayu pergi. Meminta maaf apabila ada salah dan meminta untuk disiapkan uang lembaran Rp 10.000 yang banyak untuk bekal masa depannya. Terang  saja pesan tersebut membuat saya bingung,” jelas Rakinem sambil terisak.

Lebih lanjut jelasnya, memang pukul 14:00 WIB saya berencana mau berangkat ke luar Negeri untuk kesekian kalinya. Namun ternyata pesan dari Bayu merupakan pamitan dia untuk menghadap Allah ta’ala,” jelas Rakinem dan tak hentinya menangis.

Kejadian tenggelamnya bocah kelas 6 SDN Bendo, Padas, Ngawi dan menyebakan meninggal dunia telah di evakuasi ke rumah korban. Sementara itu team Medis Puskesmas Padas berserta petugas Polsek Padas melakukan visum. Hasilnya tidak ditemukan tanda-atanda kekerasan dan murni tenggelam. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad