***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » GNP Sambangi Kakek 10 Tahun Tergolek Kaku Di HUT Kemerdekaan

GNP Sambangi Kakek 10 Tahun Tergolek Kaku Di HUT Kemerdekaan

Written By Byaz.As on Senin, 22 Agustus 2016 | 06.56

Suryajagad.Net – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 71. Komunitas penggiat sosial Gerakan Ngawi Peduli (GNP) bergentayangan di wilayah desa Bendo Kecamatan Padas, Ngawi. Menyambangi dan memberikan santunan untuk empat warga yang puluhan tahun terkapar tak berdaya. Meskipun  dengan bermodalakan patungan.

Mbah Suju (70) sudah hampir 10 tahun terbaring tidak berdaya. Entah penyakit apa yang mendera hingga saat ini belum diketahui. Selam 10 tahun Mbah Suju (70) tergeletak tak mampu menggerakan anggota badannya.  Dalam kebutuhan kesehariannya dilayani sang istri Mbah Sumi (60).  Sedangkan Mbah Sumi (60) sendiri dalam usia senjanya tidak ada yang dapat dilakukan selain hanya pasrah pada keadaan. Kembali belas kasihan tetangga yang selalu diharapakan.

Setelah menyambangi  dan memberikan santunan untuk keluarga Mbah Suju dan Mbah Sumi, team Gerakan Ngawi Peduli, melanjutkan misi sosial mendatangi kediaman Mbah Dukut  yang berlokasi satu RT dengan keluarga Mbah Suju.

Mbah Dukut (50) sudah hampir 1 tahun mengalami stroke. Dalam keseharian untuk mencukupi kebutuhan hidup bergantung pada Lami (55) sebagai sang kakak kandung. Sedangkan Lami sendiri seorang janda dan tidak mempunyai anak juga menderita sakit asam lambung. Tidak mempunyai pekerjaan maupun penghasilan tetap. Sedangkan Dukut sendiri hingga usia 50 tahun belum menikah.  Dalam kondisi badan terganggu kesehatannya, mereka hanya bergantung pada belas kasihan tetangga untuk mencukupi kebutuhan kesehariannya.

Sementara itu Amin Surya Ketua dari Gerakan Ngawi Peduli (GNP)menghimbau dan mengajak untuk semua pihak dimanapun berada untuk saling bergandengan tangan. Saling bergerak dan mensosialisasikan rasa kepedulian untuk mereka yang membutuhkan dimanapun berada.

“Melihat kondisi dari kedua keluarga dari Dukut (50) dan Mbah Suju (70) tersebut. Kita manusia sebagai makhluk sosial tentu tidak mungkin bisa memisahkan hidupnya dengan manusia lain. Sudah bukan rahasia lagi bahwa segala bentuk kebudayaan,tatanan hidup, dan sistem kemasyarakatan terbentuk karena interaksi dan benturan kepentingan antara satu manusia dengan manusia lainnya,” tutur Amin Surya.

Kemiskinan yang secara umum kata Amin Surya dilukiskan sebagai kondisi ketidakberdayaan dan keterbatasan akses sumber daya, telah memunculkan beragam pendekatan dalam mendefinisikan, mendeskripsikan, yang lebih lanjut mempengaruhi penanganannya.

Kemiskinan merupakan permasalahan sosial multidimensional. Kemiskinan tidak bisa dilihat hanya sebagai permasalahan yang berkaitan dengan kekurangan pendapatan, yang membuat masyarakat miskin tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya yang paling dasar.

Namun lebih dari itu, kemiskinan juga harus dipandang sebagai problema hidup masyarakat miskin yang meliputi kekurangan pendapatan, keterbatasan akses terhadap sumber daya , kerentanan dan ketidakberdayaan. Bukan dari besar kecilnya nominal dalam menumbuhkan rasa kepedulian. Berapapun nilainya sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” pungkasnya. (Byaz)

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad