***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Napak Tilas Tempat Belajar KH.Hasyim Asy’ari Di Arab Saudi

Napak Tilas Tempat Belajar KH.Hasyim Asy’ari Di Arab Saudi

Written By Byaz.As on Sabtu, 10 September 2016 | 00.00

Suryajagad.Net - Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama (NU) menggelar silaturahim para PCI seluruh dunia di Madrasah Shawlatiyah, Kakiyah - Makkah. Silaturahim ini sekaligus untuk menapaktilasi jejak KH Hasyim Asyari saat menuntut ilmu di madrasah ini.

Silaturahim ini dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mudirul Am Madrasah Shawlatiyah Syekh Majid Masud Salim, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, aktivis NU Ahmad Bagja, Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh, Bupati Banyuwangi Azwar Anas dan civitas akademika Madrasah Shawlatiyah.

"Madrasah Shawlatiyah adalah madrasah yang dulu KH Hasyim Asyari pernah mengenyam pendidikan ketika beliau di Tanah Suci. Kita melakukan pertemuan ini sekaligus napak tilas pengalaman beliau selama menuntut ilmu di madrasah ini dengan harapan bisa mendapat hikmah dari apa yang beliau alami," terang Menag Lukman Hakim Saifuddin. Seperti dalam rilis Suryajagad.Net dari laman Kemenag.go.id, Kamis (08/09/2016).

Kepada para pengurus PCI NU, Menag berpesan agar dapat mengikuti jejak KH Hasyim Asyari. Menurutnya, Mbah Hasyim adalah sosok yang mampu memadukan fungsi manusia sebagai khalifah dan hamba Allah. Lahir di tengah-tengah perjuangan bangsa membebaskan diri dari penjajahan, Hadlratus Syekh sadar bahwa kemaslahatan umat, mensyaratkan rasa aman dan kemerdekaan. Nasionalisme Mbah Hasyim terusik oleh kolonialisme yang menyengsarakan.

"Keutamaan KH Hasyim Asyari terhadap kecintaannya pada Tanah Air diwujudkan dengan membentuk organisasi. Jamiyah menjadi alat beliau karena sadar bahwa di Tanah Air banyak potensi berupa ulama dan kyai yang kalau diorganisasir akan memberikan dampak luar biasa," ujarnya.

Dalam konteks saat ini, di tengah keragaman Indonesia, Menag berharap PCI NU meneruskan perjuangan Mbah Hasyim untuk mendakwahkan Islam yang mencerahkan. Dakwah yang tidak hanya menyampaikan ajaran agama, lanjut Menag, tapi juga mencerahkan umat agar tidak mudah dibenturkan antar satu dengan yang lain.

Wakil Rais 'Am KH Miftahul Akhyar berharap PCI NU Arab Saudi dapat melahirkan Kyai Hasyim baru, utamanya mereka yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di Madrasah Shawlatiyah. Dari situ diharapkan keramat NU tidak hanya untuk organisasinya, tapi juga jamaahnya.

"NU memang keramat bagi organisasinya, tapi bagi jamaahnya masih menjadi pertanyaan besar. Dari madrasah tempat belajar Mbah Hasyim ini, kita menginginkan terlahir KH Hasyim baru," tuturnya.

Sebelumnya, Mudir Am Madrasah Shawlatiyah Syekh Majid memaparkan bahwa madrasah yang pernah menjadi tempat belajar KH Hasyim Asyari ini didirikan pada tahun 1290H. Artinya, usia madrasah saat ini adalah 147 Tahun.

Madrasah ini didirikan oleh Syekh Muhammad Rahmatullah Al-Utsmani, keturunan Sahabat Utsman. Beliau adalah seorang mujahid yang selalu berjuang membela Islam dan Rasulullah. Beliau banyak melakukan diskusi dengan berbagai kalangan agamawan dan menulis buku dari hasil diskusinya itu. Karya beliau banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk Indonesia.

Madrasah ini disebut Shawlatiyah karena didirikan atas biaya seorang perempuan dermawan yang bernama Shawlatun Nisa. Perempuan ini menginfakkan hartanya untuk membeli tanah dan membangun madrasah.

Madrasah ini awalnya berlokasi di dekat Masjidil Haram. Sekitar 130 tahun setelah beroperasi, madrasah ini digusur seiring adanya proyek perluasan Masjidil Haram. Sejak saat itu, madrasah ini pindah ke lokasi sekarang di wilayah Kakiyah.

Pembangunan madrasah di Kakiyah berlangsung pada tahun 1312H. Karena perang dunia pertama, pembangunan dihentikan,dan baru dilanjutkan setelah perang usai hingga selesai pada tahun 1343H. oleh Raja Abdul Aziz, Madrasah Shawlatiyah disebut sebagai Azharu Bilady (Ibarat Universitas Al Azhar Negeri kami). (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad