***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » Nasib Kedua Ibu Di Karangjati Harus Menjadi Kepala Rumah Tangga

Nasib Kedua Ibu Di Karangjati Harus Menjadi Kepala Rumah Tangga

Written By Byaz.As on Rabu, 12 Oktober 2016 | 06.00

Suryajagad.Net – Karena himpitan ekonomi, dua kepala rumah tangga warga Desa Campurasri, Karangjati, Ngawi ini harus meninggalkan istri dan anak-anak mereka untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Namun niat dari awal merantau hingga saat ini tidak pernah memberi kabar keberadaanya.

Kamini (39) ibu tiga orang anak ini harus berjuang sendiri untuk mencukupi kebutuhan. Membanting tulang kerja serabutan demi terpenuhi kebutuhan. Shinta anak pertamanya saat ini telah duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Pertama, Sedangkan Sri Wahyu anak nomer 2 duduk di kelas 6 Sekolah Dasar dan untuk Tiara anak yang nomer 3 duduk kelas 1 Sekolah Dasar.


“Sudah lama sekali suami saya tidak pernah pulang, entah saat ini dimana keberadaanya. Sewaktu pamit dahulu mau kerja ke Kalimantan. Namun hingga anak-anak sudah besar malah taka ada kabar. Pontang panting saya kerja serabutan demi terpenuhi kebutuhan mereka,” jelas Kamini saat dikunjungi Team Gerakan Ngawi Peduli (GNP) di kediamannya untuk menyerahkan bantunan. Selasa (11/10/2016)

Terima kasih untuk GNP lanjut Kamini, atas semua bantuan yang telah diberikan. Saya sangat terkejut sekali tanpa ada pemberitahuan datang menyerahkan bantuan. Sekali lagi terima kasih dan semoga semua Team GNP selalu diberi balasan oleh Allah yang maha rohman,” tutur ibu tiga orang anak ini dengan terisak.

Seusai mengunjungi dan menyerahkan bantuan untuk Kamini dan ketiga anakanya, Team Gerakan Ngawi Peduli (GNP) melanjutkan misi sosial kemanusian dengan mendatangi keluarga Nuryanti (25) yang masih warga Desa Campurasri,Karangjati, Ngawi.

Nuryanti (25) juga ditinggal pergi suaminya bekerja. Namun kembali suaminya jarang pulang. Lebih ironis nasib Nuryanti, dia memilik 2 orang anak yang masih balita dan sedang hamil 8 bulan. Nugroho anak yang pertama baru usia 3 tahun. Sedangkan Fricilia anak nomer 2 berusia 2 tahun. Ditambah lagi dia harus merawat Jiyem (45) ibunya yang terganggu kejiwaanya.


Dalam kondisi hamil tua dia harus merwat kedua anaknya yang masih balita dan ibunya yang terganggu kejiwaanya. Masalah untuk kebutuhan keseharian sebatas belas kasihan tetangga sekitar dan sedikit ada tanah garapan.

Kehadiran komunitas penggiat sosial Gerakan Ngawi peduli (GNP) dikediamanya secara tiba-tiba membuat keluarga tersebut kaget dan bahagia. Meskipun tidak seberapa, namun sangat berati untuk keluarga tersebut.

Gerakan Ngawi Peduli, terlahir dari kesederhanaan tercipta untuk kebersamaan, indahnya saling berbagi, sambut senyum mereka esok hari. (Byaz)

Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad