***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » , » Nenek Sebatang Kara, Mengkonsumsi Nasi Aking Dikala Tak Punya Beras

Nenek Sebatang Kara, Mengkonsumsi Nasi Aking Dikala Tak Punya Beras

Written By Byaz.As on Sabtu, 29 Oktober 2016 | 15.37

Suryajagad.Net -  Pada usia senja seharusnya seseorang bisa menikmati kehidupan yang nyaman bersama anak cucu. Namun tidak begitu dengan kehidupan Mbah Kamini yang saat ini sudah berusia 95 tahun. Warga Desa Geneng,Kecamatan Geneng, Ngawi ini, dalam usia yang hampir seabad masih hidup seorang diri dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Nenek tua yang tinggal seorang diri di kediamannya tersebut, hanya bisa pasrah dengan kondisi yang memprihatinkan. Untuk mencukupi kebutuhan keseharian, hanya menanti uluran bantuan dari tetangga sekitar. Sering nenek yang rumahnya dekat palang pintu rel kereta api Geneng tersebut, memasak nasi aking untuk mengganjal perutnya.

“Bila beras pemberian tetangga itu habis, saya memasak Karak ( sisa nasi yang dikeringkan) untukmengganjal perut. Mau bagaimana lagi, adanya juga itu dan rasanya enak koq dimasak dengan dicampur kelapa,” tutur Mbah Kamini dengan Bahasa Jawa, saat ditemui Komunitas Penggiat Sosial Gerakan Ngawi Peduli (GNP) di kediamanya. Sabtu (29/10/2016)

Kondisi Tempat Tidur Mbah Kamini Yang Diberi Penyangga Dua Bilah Kayu

Pada saat Komunitas Penggiat Sosial Gerakan Ngawi Peduli (GNP) bergentayangan dan memberikan santunan untuk Mbah Kamini, rasa sesak dalam dada melihat kondisi kediamannya. Dapur yang jarang menyala, simpanan beras yang sudah tidak punya, di meja ada nasi sebungkus pemberian tetangga yang dimakan sedikit-sedikit untuk sehari. Serta melihat kondisi tempat tidur yang kelambunya ada dua penyangga dua bilah kayu agar tidak roboh.

“Sungguh pemandangan yang menyayat hati melihat kondisi Mbah kamini ini, makan yang sudah tidak teratur, malah sering nasi aking dijadikan pengganti nasi. Apalagi melihat tempat tidurnya, kelambunya setinggi 60cm. Ada dua bilah kayu pemyamgga dikanan dan kiri dengan jarak selebar tubuhnya. Serta atasnya dia tutup dengan sak plastik bertujuan agar tidak tampias bila hujan. Karena bila hujan turun gentengnya bocor,” terang Amalia salah satu anggota Komunitas Penggiat Sosial Gerakan Ngawi Peduli (GNP).

Team GNP Mengganti Kelambu Dan Menata Tempat Tidur Mbah Kamini

Dalam kesempatan menyambangi kediaman Mbah Kamini, team Komunitas Penggiat Sosial Gerakan Ngawi Peduli (GNP) selain menyerahkan bantuan juga mengganti kelambu serta menata tempat tidurnya.

Gerakan Ngawi Peduli terlahir dari kesederhanaan tercipta untuk kebersamaan, indahnya saling berbagi sambut senyum mereka esok hari. (Byaz)

Berikut Video LIVE kondisi Mbah Kamini :


Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad