***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Bahaya Ambisi Dunia, Karena Harta Itu Anugerah, Amanah, Sekaligus Fitnah

Bahaya Ambisi Dunia, Karena Harta Itu Anugerah, Amanah, Sekaligus Fitnah

Written By Byaz.As on Selasa, 15 November 2016 | 18.00

Suryajagad.Net - Dunia memang menggiurkan, maka tak mengherankan bila (kebanyakan) manusia teramat berambisi mengumpulkan dan menumpuk-numpuk harta. Berbagai macam cara mereka lakukan, dari yang haram sampai cara-cara yang penuh kesyirikan.

Terjebak oleh kenikmatan sesaat, terjerembab oleh nafsu duniawi hingga lalai bahwasanya harta yang diperoleh tersebut atas kehendak sang pencipta. Harta itu adalah anugerah dari Allah ta’ala. Kaya dan miskin seseorang sepenuhnya adalah karena qodho dan qodar-Nya .

Manusia diperintahkan untuk bekerja. Manusia juga diperintahkan untuk banyak memberi, tapi jumlah rezeki sepenuhnya ditentukan oleh Allah ta’ala. Bahkan, sejumlah hadits mengemukakan, Allah ta’ala, sudah menetapkan kekayaan seseorang itu sejak mereka mendapatkan tiupan ruh pertama.

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan :

“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya.

Demi Allah yang tidak ada AIlah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surge,” (Riwayat Bukhori dan Muslim).

Oleh sebab itu harta merupakan amanah atau titipan dari Allah. Semakin besar kekayaan yang kita dapatkan, maka semakin besar tanggung jawab kita di hadapan-Nya. Semakin banyak kekayaan yang ada pada diri kita, maka semakin lama proses hisab nanti di akhirat.

Allah ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”. (QS.Al-Ahzab :72)

Harta sepenuhnya ditentukan oleh Allah ta’ala. Manusia tidak boleh sombong karena kekayaan karena dia cuma penerima anugerah dari Allah. Orang miskin pun tidak boleh minder karena kemiskinannya karena kemiskinannya merupakan desain  Allah ta’ala.  Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling taqwa, bukan karena yang paling kaya. (Dirangkum dari berbagai sumber, editor Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad