***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Belajar Menjadi Jiwa Yang Mawas Diri Dalam Menjalani Kehidupan

Belajar Menjadi Jiwa Yang Mawas Diri Dalam Menjalani Kehidupan

Written By Byaz.As on Kamis, 17 November 2016 | 19.01

Suryajagad.Net - Mawas  diri diawali dengan sikap rendah hati, untuk menyadari bahwa kita tidak luput dari kekeliruan atau kesalahan. Orang yang sombong tidak mau melakukan evaluasi diri karena selalu merasa benar. Akibatnya, tidak ada pertumbuhan pribadi, karena kita hanya bersikap menyalahkan orang lain, situasi atau bahkan pada sang pencipta alam ini. Memahami titik kritis berarti memiliki sikap waspada dan antisipasi. Ini berarti kemampuan untuk menjaga diri dan mewaspadai situasi sebelum terjadi hal-hal yang fatal.   

Jika semua yang kita kehendaki terus kita milik, dari mana kita belajar untuk ikhlas. Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar sabar. Jika setiap doa kita terus  dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar ikthiar.

Seorang yang rajin ibadah dan berusaha untuk mendekat ke sang Kholiq , bukan berarti tidak ada air mata. Seorang yang taat perintah dan menjauhui  larangan dari Allah ta’ala, bukan berarti tidak ada kekurangan. Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit. 

Biarkanlah Allah ta’ala yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Allah maha tahu  dan yang pantas untuk memberikan yang terbaik. Ketika kerja kita tidak dihargai, maka saat itu kita sedang belajar tentang ketulusan. Ketika usaha kita dinilai tidak penting, maka saat itu sejatinya sedang belajar keikhlasan.

Ketika hati kita terluka sangat dalam, hakekatnya saat itu sedang belajar tentang memaafkan. Ketika kekecewaan mendera, sesungghunya saat itu sedang belajar tentang kesungguhan. Pada saat diri merasa sepi dan sendiri, secara tidak langsung kita sedang belajar tentang ketangguhan.

Tatkala kita harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu ditanggung, maka saat itu kita sedang belajar tentang kemurahan hati.  Berusahalah untuk tetap semangat, sabar,tersenyum.  Karena sesungguhnya kita sedang menimba ilmu di Universitas Kehidupan.

Mawas diri bukan berarti bersikap menghakimi atau menyalahkan diri sendiri. Mawas diri adalah bentuk kebesaran hati untuk memperbaiki dan mengembangkan diri sendiri. Orang yang sulit mawas diri cenderung bersikap kekanak-kanakan, karena kedewasaan dan kematangan pribadi lahir dari keterbukaan untuk mengevaluasi dan mengembangkan diri sendiri. (Byaz)
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad