***BEDAH TUNTAS BUDIDAYA AGROBISNIS SEMUT RANG-RANG MSB***BERSINERGINYA GNP DENGAN MSB TEBAR KEBAHAGAIAN UNTUK ORANG PINGGIRAN***SRIKANDI GNP DIVISI HONG KONG SABET JUARA 3 DALAM LOMBA MARS KEBANGSAAN***STOP PRESS AKAN DILAKUKAN BAGI ANGGOTA DARI MEDIA ONLINE SURYAJAGAD.NET YANG TIDAK AKTIF***
Home » » Dugaan Osteoporosis , 14 Tahun Mbah Pagi Terbaring Tak Berdaya

Dugaan Osteoporosis , 14 Tahun Mbah Pagi Terbaring Tak Berdaya

Written By Byaz.As on Kamis, 08 Desember 2016 | 16.36

Suryajagad.Net – Roda kehidupan Manusia tidak stabil. Kadang mengalami posisi diatas dan kadang pula mengalami keterpurukan di bawah. Namun apabila kita bisa membuka hati dan melihat ke bawah, masih banyak saudara kita yang mengalami nasib kurang beruntung.

Seperti yang dialami Mbah Pagi (70), hampir 14 tahun suami dari Mbah Jinem (60) ini tergelatak tak berdaya. Kakek 3 anak ini dugaan, mengalami pengapuran tulang (Osteoporosis), sehingga menyebabkan kondisi tubuhnya lemas tak berdaya, terbaring diatas ranjang.  Mbah Jinem tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi suaminya.

Sementara itu ketiga anak dari Mbah Pagi, semenjak berumah tangga sudah ikut dengan suaminya. Dan ekonomi anak-anaknya itupun juga belum mapan. Dalam kondisi sakit, terbaring tak berdaya, Mbah Jinem dengan setia, menjaga, merawat dan melayani suaminya. Mbah Jinem berharap akan adanya para dermawan yang peduli untuk membantu meringankan beban hidupnya.

“Tak ada yang bisa saya lakukan selain menunggu dan merawat suami dengan kondisi serba keterbatasan. Ketiga anak-anak juga sudah repot dengan keluarganya. Terkadang mereka juga sering datang untuk menengok,"tutur Mbah Jinem dengan bahasa Jawa khasnya, saat ditemui Koresponden Suryajagad.Net. Kamis (08/12/2016)

Hanya doa dan pasrah tambah Mbah Jinem yang bisa dilakukan dalam menjalani garis kehidupan ini. Sebenarnya sangat berharap akan adanya para dermawan yang sudi untuk membantu meringankan beban keluarga kami,” pungkas warga  Desa Banjaransari, Padas, Ngawi tersebut. 

Pada dasarnya manusia merupakan makluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain. Apalagi hidup ditengah masyarakat harus saling menghormati, mengasihi dan peduli terhadap berbagi macam keadaan disekitarnya.

Kepedulian bukan berarti mencampuri urusan orang lain, akan tetapi lebih pada menyelesaikan permasalahan orang lain yang berlandaskan tanpa pamrih. Peduli pada sesama terhadap kehidupan bermasyarakat dimulai dari memberi bukan menerima.

Peduli untuk sesama tidak banyak untuk saat ini dilakukan oleh banyak orang. Banyak yang merasakan makin sedikit orang yang memilik rasa peduli untuk sesama. Cenderung menjadi individualistis dan mementingkan diri sendiri. Berjiwa sosial dan senang membantu merupakan sebuah ajaran universal dan diajarkan oleh semua Agama. Namun kepekaan untuk melakukan itu semua membutuhkan proses melatih dan mendidik.

Pewarta        : Anna
Editor Berita : Byaz
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Penerbit: PT CAKRA BUANA RAYA, Kep.Kemenkumham RI No: AHU-0067169.AH.01.09 TH 2009
Copyright © 2011. Byaz Surya Djagad - Inovatif Dan Kooperatif - All Rights Reserved
Template MAS TEMPLATE Website Created by BSDJ TV
Proudly powered by Byaz Surya Djagad